“Saat tumbuh dewasa, saya dulu melihatnya sepanjang waktu dan sekarang saya harus bertahan melawannya. ini akan menjadi pertandingan yang sama sekali berbeda," ujar Davies, seperti dikutip dari Marca, Jumat (14/8/2020).
“Akan tetapi bagi saya, itu hanya memainkan pertandingan saya, tidak mengubah apa pun di pihak saya dan semoga saya bisa melakukan yang terbaik melawan dia. Kami tahu bahwa dia pemain hebat, jadi yang terbaik yang bisa Anda lakukan adalah mencoba. Saya rasa begitu," lanjutnya.
“Luar biasa, dan sekarang bisa bermain di Liga Champions, melawan salah satu pemain favorit saya di dunia, itu luar biasa.Sejujurnya, saya kehilangan kata-kata. Ini mimpi yang menjadi kenyataan,” ungkap bek keturunan Liberia tersebut.
“Ibu saya menelefon saya kemarin dan kemudian ayah saya menelefon, dan dia berkata, 'Jadi, Anda bermain melawan pemain favorit Anda, saya mengerti.' Dan saya berkata, 'Ya.' Dan kemudian kami berdua mulai tertawa di telefon,” imbuhnya.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)