"Bukan (ingin) kompetisi dilanjutkan dengan format baru. Apalagi saat ini di Kalimantan Selatan grafik kasus Covid-19 naik. Kebijakan pemerintah serta fasilitas kesehatan di setiap daerah kan beda-beda. Sehingga akan sangat riskan," kata Ikhsan mengutip dari Goal, Kamis (28/5/2020).
"Kami tetap lebih mengutamakan kesehatan, dan keselamatan. Jadi, rasanya tidak bijak kalau kami mengadakan turnamen di saat situasi covid belum selesai," lanjut Ikhsan.
Saat ini, Provinsi Kalimantan Selatan merupakan daerah di Kalimantan yang paling banyak terinfeksi virus corona. Mengutip dari covid19.go.id, tercatat ada 703 kasus positif virus corona di Kalimantan Selatan. Jumlah tersebut jauh lebih tinggi ketimbang Kalimantan Tengah (330), Kalimatan Barat (183), Kalimantan Timur (280) dan Kalimantan Utara (165).
(Fetra Hariandja)