Rumah Ed Woodward Diserang Fans Man United

Hendry Kurniawan, Jurnalis
Rabu 29 Januari 2020 11:36 WIB
Wakil Kepala Eksekutif Man United, Ed Woodward (Foto: Reuters)
Share :

MANCHESTER – Wakil Ketua Eksekutif Manchester United, Ed Woodward, mengalami hal tak menyenangkan kala rumah miliknya diserang oleh segerombol fans Setan Merah. Hal itu diketahui melalui posting-an video pendek yang tersebar di media sosial.

Penyerang tersebut terjadi pada Sealsa (28/1/2020) malam waktu setempat. Untungnya, saat segerombol fans Man United itu melakukan penyerangan dengan menggunakan flare, Woodward beserta istri dan anak-anaknya sedang tidak berada di rumah. Sebab, dalam cuplikan video yang tersebar tersebut, para fans sudah berniat untuk membunuh Woodward.

Baca juga: Man United dan Sporting Lisbon Sepakat dengan Harga Transfer Bruno Fernandes

Diketahui bahwa penyerangan itu dilakukan karena para fans tidak puas dengan kebijakan-kebijakan yang dibuat Woodward, utamanya perihal bursa transfer. Sebelum ini, bahkan merebak di media sosial tagar #WoodwardOut sebagai bentuk kekecewaan fans terhadap pria 48 tahun itu.

Ulah segerombol fans yang melakukan penyerangan ini pun membuat pihak Klub Man United geram. Saat ini, pihak klub melakukan kerja sama dengan Kepolisian Manchester untuk mencari para pelaku. Hukumannya pun tak main-main, mereka yang ditetapkan sebagai tersangka tidak diperbolehkan menonton pertandingan Man United lagi di stadion selama seumur hidup.

"Klub Sepakbola Manchester United malam ini telah diberitahu tentang insiden di luar rumah salah satu karyawan kami. Kami tahu bahwa dunia sepakbola akan bersatu di belakang kami saat kami bekerja dengan Polisi Manchester untuk mengidentifikasi para pelaku serangan yang tidak beralasan ini,” ujar juru bicara Man United, Rabu (29/1/2020).

"Siapa pun yang dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana atau terbukti melanggar hukum dalam kasus ini akan dilarang seumur hidup oleh klub dan bisa dituntut. Penggemar mengekspresikan pendapat adalah satu hal, sedangkan melakukan kerusakan kriminal dan niat untuk membahayakan nyawa adalah hal lain. Tidak ada alasan untuk ini,” lanjutnya.

(Mochamad Rezhatama Herdanu)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Telusuri berita Bola lainnya