LONDON – Arsene Wenger memberikan komentar soal keinginan manajemen mantan tim asuhannya, Arsenal, menunjuk Mikel Arteta sebagai pelatih baru mereka. Wenger pun memberikan dukungan penuh agar rencana tersebut terealisasikan.
Sebagaimana diketahui, manajemen Arsenal memang tengah disibukkan dengan mencari sosok pelatih baru yang tepat untuk klubnya. Hal tersebut terjadi lantaran beberapa waktu lalu manajemen Arsenal akhirnya memutuskan untuk pisah jalan dengan Unai Emery.
Pada saat ini, Arsenal sendiri sementara dipimpin oleh Freddie Ljungberg. Namun peforma Arsenal di bawah arahan Ljungberg belum sepenuhnya membuat manajemen merasa puas. Terlebih di laga teranyar, Arsenal harus kembali menelan kekalahan saat menghadapi Manchester City.
Baca Juga: Arteta Bakal Terima Gaji Rp92 Miliar jika Jadi Pelatih Arsenal
Sejumlah nama beken pun masuk dalam radar incaran Arsenal macam Massimiliano Allegri, Patrick Vieira, Mikel Arteta, Brendan Rodgers, Marcelino, dan terbaru adalah Ancelotti. Khusus untuk Ancelotti, peluang Arsenal untuk merekrutnya terbilang sangat besar.
Akan tetapi manajemen Arsenal nampaknya tak menjadikan Ancelotti sebagai prioritas mereka. Manajemen klub asal London Utara itu justru lebih condong memilih Arteta sebagai juru taktik anyar mereka.
Keinginan manajemen Arsenal memberikan kursi kepelatihan kepada mantan gelandangnya tersebut pun lantas dikomentari oleh Wenger. Pria berusia 70 tahun tersebut memiliki keyakinan bahwa Arteta bisa menjadi sosok pelatih yang dibutuhkan oleh Arsenal.
“Saya pendukung Arsenal. Dan saat ini saya mendukung manajer yang bertugas dan manajer yang bertugas adalah Ljungberg. Ketika Arteta akan betugas saya akan mendukung Arteta. Ia adalah sosok yang sangat cerdas, ia memiliki passion, ia memiliki pengetahuan, tapi demikian pula dengan Ljungberg,” ucap Wenger, seperti disadur dari Sky Sports, Kamis (19/12/2019).
Baca Juga: Jika Arteta Pindah ke Arsenal, Guardiola: Saya Akan Mengalahkannya!
“Saya percaya Arteta memiliki masa depan hebat, ia pasti belajar banyak di posisi pertamanya sebagai asisten pelatih dan setelah itu ia harus berurusan dengan fakta bahwa ia tidak memiliki pengalaman di level itu,” tuntas pria berkebangsaan Prancis itu.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)