LONDON – Arsene Wenger mengomentari keberhasilan Liverpool mempertahankan rekor tak terkalahkannya setiap bermain di Anfield Stadium. Wenger tak memungkiri bahwa Anfield Stadium memang tempat yang angker bagi setiap lawan yang dihadapi Liverpool.
Sebagaimana diketahui, Liverpool baru saja mencatatkan hasil sempurna ketika melakoni matchday ke-12 Liga Inggris musim 2019-2020. Menghadapi Manchester City, skuad The Reds –julukan Liverpool– berhasil menang dengan skor 3-1.
Hasil positif tersebut pun kian mempertegas dominasi Liverpool terhadap lawan-lawannya kala bermain di Anfield Stadium. Sejauh ini, Liverpool sudah mencatatkan 46 kemenangan di Liga Inggris setiap bermain di Anfield Stadium.
Baca Juga: Liverpool Punya Peluang untuk Tak Terkalahkan Musim Ini
Kekalahan terakhir yang dialami Liverpool saat bermain di Anfield Stadium sendiri terjadi pada April 2017 saat menghadapi Crystal Palace. Kemenangan itu juga membuat Liverpool berhasil memperlebar jarak dengan Man City di klasemen sementara Liga Inggris 2019-2020 jadi sembilan poin.
Wenger pun lantas memberikan komentar soal catatan impresif yang ditunjukkan Liverpool kala bermain di Anfield Stadium. Wenger tidak menampik bahwa Anfield Stadium memang merupakan tempat yang angker bagi setiap lawan yang berkunjung.
“Beruntung bagi para pendukung Liverpool itu menyaksikan perubahan pertandingan di Eropa, yang sebagian besar tergantung pada Anfield,” ungkap Wenger, seperti dilaporkan oleh The Guardian, Selasa (12/11/2019).
“Ini adalah tempat tersulit di Eropa, jika Anda melihat di sini, inilah satu-satunya tempat sekarang di mana Anda dapat mengambil tendangan sudut serta berjabat tangan dengan para pendukung lalu Anda dapat mengatakan ‘halo saudaraku, apa kabar?’ Dan masih terus bermain sepakbola,” sambungnya.
Baca Juga: Ada Faktor Keberuntungan Liverpool Bisa Kalahkan Man City 3-1 di Anfield
“Itu adalah lapangan sepakbola sungguhan, di masa kini kita membangun stadion yang canggih, tapi itu adalah stadion dengan jiwa yang benar-benar menekan setiap lawan yang datang ke sana,” tuntas mantan manajer Arsenal tersebut.
(Mochamad Rezhatama Herdanu)