“Sepak bola adalah emosi dan pada menit terakhir babak pertama kami punya peluang untuk mencetak gol kedua tetapi babak kedua kami tidak melakukan [hal] dengan cara yang benar seperti yang kami lakukan di babak pertama, tapi itu normal dan kadang-kadang itu terjadi,” tambahnya.
“Tetapi melawan salah satu tim yang mencetak skor terbanyak di Italia, kami kebobolan gol, tendangan bebas dari Malinovskyi dengan Kyle di gawang dan satu umpan silang ke pos kedua. Saya rasa ini bukan hasil yang paling buruk,” tutup mantan pelatih Barcelona tersebut.
(Fetra Hariandja)