Bisa dibilang, Rodgers adalah kunci dari kebangkitan performa Leicester. Semenjak ditunjuk sebagai pelatih Leicester menggantikan posisi Claude Puel pada 27 Februari 2019, performa Kasper Schmeichel bisa dibilang menanjak.
(Rodgers otak di balik kinclongnya performa Leicester)
Dari 16 pertandingan Liga Inggris di bawah asuhan Rodgers, Leicester mengoleksi delapan menang, empat imbang dan empat kalah. Asalkan konsisten, Leicester memiliki peluang untuk finis di posisi empat besar, meski untuk menjadi juara butuh usaha ekstra.
Sebab, Liga Inggris saat ini telah diduopoli dua klub, yakni Liverpool dan Manchester City. Karena itu, dapat finis di posisi tiga atau tepat berada di bawah Liverpool dan Man City merupakan prestasi luar biasa bagi Ricardo Pereira serta kolega.
(Ramdani Bur)