SURABAYA - Selang beberapa jam usai imbang 2-2 dengan Madura United, Pelatih Persebaya Surabaya Djadjang Nurdjaman diberhentikan dari jabatannya oleh manajemen Bajul Ijo. Pelatih asal Majalengka itu didepak karena dianggap bertanggung jawab atas serangkaian hasil buruk.
Rentetan hasil minor di 13 laga menjadi penyebabnya, di mana Ruben Sanadi dan koleganya hanya memetik empat kemenangan, enam seri, dan tiga kali mengalami kekalahan. Hal ini membuat manajemen bergerak cepat memutuskan nasib pelatih berusia 60 tahun ini.
Manajer Persebaya Surabaya Candra Wahyu, menyatakan evaluasi sudah disampaikan sebelum laga melawan Madura United. Namun pihak manajemen masih memberikan kesempatan untuk mendongkrak performa tim.
Baca juga: Djanur Tuding Wasit Rugikan Persebaya di Laga Kontra Madura United
"Evaluasi sudah disampaikan sebelum laga ini. Dan kami juga memberikan kesempatan kepada pelatih untuk memperbaiki performa tim. Ternyata beberapa laga tak kunjung meraih hasil yang memuaskan," ujar Candra Wahyu, Sabtu 10 Agustus 2019 malam WIB via situs resmi klub.
Menurut Candra, hal inilah yang melatarbelakangi manajemen Persebaya hilang kesabaran dan bertindak cepat mengambil keputusan tersebut. Terkait keputusan tersebut, Candra mengakui Djajang sudah menerima dengan legowo dan merasa bertanggung jawab atas performa buruk tim kebanggaan warga Surabaya ini.
"Djanur menerima semua keputusan manajemen. Dia menyatakan bertanggung jawab atas performa Persebaya," lanjutnya.