“Bonucci adalah sebuah kesalahan. Ketika kami membeli Bonucci dari Juventus, kami sudah merekrut 8-9 pemain. Strategi pembelian saat itu adalah menciptakan skuad yang cocok dengan formasi 4-3-3. Jadi kami sudah punya stok bek yang cukup, jadi tidak butuh yang lain,” urai Marco Fassone, mengutip dari Goal, Jumat (2/8/2019).
“Yang kurang adalah seorang penyerang tengah, di mana kami sudah menganggarkan dana 70 juta Euro. Pilihan yang kami ambil pada akhirnya adalah mengurangi anggaran untuk striker dan membeli seorang pemimpin di ruang ganti. Andai kami tetap di opsi pertama, hasil akhirnya pasti berbeda,” imbuh pria berkebangsaan Italia tersebut.
Pada akhirnya, AC Milan memilih merekrut Andre Silva dari FC Porto dengan harga hanya setengah dari anggaran yang sudah ditetapkan. Leonardo Bonucci sendiri sudah kembali ke Juventus dan Andre Silva tidak masuk dalam rencana pelatih anyar Marco Giampaolo.
(Fetra Hariandja)