MALANG - Insiden teror yang dilakukan oknum suporter Arema FC kepada skuad Persib Bandung yang sedang menginap di salah satu hotel, dianggap Panitia Penyelenggara (Panpel) Arema di luar dugaan. Ketua Panpel Arema FC Abdul Haris mengatakan pihaknya telah mengantisipasi segala dampak keamanan demi kenyamanan tim tamu Persib Bandung.
"Kejadian itu di luar dugaan kami, padahal kita sudah mengantisipasi dengan pengamanan di sana (hotel), ada steward maupun kepolisian. Ternyata malam-malam mereka datang," ujar Haris usai ditemui kelar laga Arema vs Persib, Selasa 30 Juli 2019.
(Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris)
Bahkan Haris mengira status pelatih Persib, Robert Rene Alberts, yang notabene pernah membawa Arema Indonesia juara Liga Super Indonesia 2009-2010 membuat 'bersahabat' dengan Aremania.
BACA JUGA: Persib Keluhkan Terlambat Datang ke Stadion Sebelum Lawan Arema
"Kita tahu Robert ini mantan pelatih Arema, sehingga keakraban teman-teman Arema kita anggap itu sebagai silaturahmi atau persaudaraan. Namun, demikian ada salah miskomunikasi juga anak -anak masuk dan ada yang menyalakan kembang api dan mercon," tuturnya.
Di sisi lain Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung mengatakan pengamanan pertandingan Arema FC vs Persib Bandung berjalan baik. "Tidak ada insiden baik di luar dan di dalam stadion. Kalau ada sesuatu pasti izin pertandingan tidak akan direkomendasikan," kata Yade.
Demi kenyamanan dan keamanan sendiri aparat keamanan dan Panpel sendiri mengerahkan 4 unit mobil barracuda untuk mengawal skuad Persib menuju Stadion Kanjuruhan, Kepanjen, Kabupaten Malang pada Selasa 30 Juli 2019 sore WIB. Meski demikian, manajemen Maung Bandung menyayangkan adanya teror saat timnya menginap di hotel, yang diduga mengakibatkan kurangnya waktu istirahat bagi pemain.
(Ramdani Bur)