MALANG - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, menyesalkan insiden keterlambatan keberangkatan timnya sesaat sebelum pertandingan melawan Arema FC berlangsung dalam lanjutan Liga 1 2019. Menurut pelatih berusia 64 tahun itu, timnya sejak pukul 15.00 WIB sebenarnya sudah siap untuk berangkat.
Bahkan pihak kepolisian telah mengintruksikan untuk segera berangkat pukul 15.30 WIB. Kendati demikian, karena beberapa hal, skuad Persib tidak jadi berangkat ke Stadion Kanjuruhan, Malang. Keterlambatan tersebut dinilai Robert menjadi faktor yang mempengaruhi permainan Persib, hingga akhirnya kalah telak 1-5 dari Arema.
Baca juga: 2 Gol Cepat Arema Pengaruhi Mental Pemain Persib
"Sebelum berangkat pihak kepolisian sudah memberitahu tim segera berangkat pukul 15.30 WIB. Tapi tiba-tiba tidak jadi berangkat. Kami sesalkan itu," keluh Rene Alberts dalam konferensi pers setelah pertandingan.
Usai gagal berangkat, manajemen tampak berdiskusi dengan pihak keamanan yang memakan waktu hampir satu jam, hingga akhirnya diputuskan berangkat ke Stadion Kanjuruhan pukul 16.30 WIB.
"Setelah gagal berangkat di awal, polisi melakukan diskusi dan koordinasi sekitar satu jam dengan manajemen di luar Malang. Tim terlambat datang ke stadion, sehingga kami mengalami tekanan. Ini yang membuat kami akan bikin laporan ke PSSI," tuturnya.
Di sisi lain Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung membantah keterlambatan datang pemain Persib disengaja.
"Rekomendasi kick off dari Polda jam 15.30 WIB, tapi ini kick off-nya jam 18.30 WIB. Jadi tadi diskusi dengan Panpel, manajemen, dan beberapa pihak apakah tetap dimainkan pukul 18.30 WIB atau ditunda," ungkap Yade Setiawan.
Akhirnya polisi bersama beberapa pihak sepakat untuk tetap memulai pertandingan pada pukul 18.30 WIB meski dengan catatan Aremania ikut menjaga ketertiban dan keamanan.
(Fetra Hariandja)