TURIN – Josep Guardiola dilaporkan telah mencapai kesepakatan untuk menangani Juventus per musim depan. Meski masih terikat kontrak dengan Manchester City hingga 30 Juni 2021, pelatih 48 tahun itu memilih melanjutkan karier di Italia bersama si Nyonya Tua.
Isu Guardiola menangani Juventus musim depan dilontarkan jurnalis asal Italia, Luigi Guelpa. Andai benar Guardiola menangani Juventus, pencarian manajemen Bianconeri –julukan Juventus– akan pelatih berkualitas pun akhirnya terjawab.
Dalam tujuh musim terakhir, Juventus memang menjadi raja di Italia. Namun di pelataran Eropa, Juventus tidak pernah menjadi yang terbaik. Pencapaian terbaik Juventus hanyalah menembus final Liga Champions edisi 2014-2015 dan 2016-2017.
BACA JUGA: Jurnalis Italia Sebut Guardiola Capai Kesepakatan dengan Juventus
Karena itu, kehadiran Guardiola memantikkan motivasi di tubuh manajemen Juventus. Sebab dalam kapasitasnya sebagai pelatih, Guardiola berpengalaman meraih trofi Liga Champions. Ia pernah mengantarkan Barcelona merebut trofi si Kuping Besar pada musim 2008-2009 dan 2010-2011.
Semenjak ditinggalkan Fabio Capello pada 2006, Juventus tidak pernah lagi memiliki pelatih yang berpengalaman memenangi trofi si Kuping Besar, dalam kapasitasnya sebagai pelatih. Benar, Juventus sempat mempekerjakan Didier Deschamps pada 2006-2007, yang mana ia pernah meraih trofi Liga Champions pada 1992-1993 dan 1995-1996.
(Deschamps saat membela Juventus)
Akan tetapi, dua trofi itu disabet Deschamps dalam kapasitasnya sebagai pemain. Karena itu, kehadiran Guardiola membuat harapan Juventus untuk mengangkat trofi Liga Champions semakin dekat.
Berikut daftar pelatih Juventus setelah Fabio Capello:
Didier Deschamps (2006-2007)
Claudio Ranieri (2007-2009)
Ciro Ferrara (2009-2010)
Alberto Zaccheroni (2010)
Luigi Delneri (2010-2011)
Antonio Conte (2011-2014)
Massimiliano Allegri (2014 – hingga kini)
(Ramdani Bur)