Saat itu, pelatih asal Prancis tersebut membawa Los Blancos –julukan Madrid– menjadi yang terbaik di Liga Champions. Akan tetapi, secara materi pemain sangatlah berbeda, yang mana skuad Madrid jauh lebih baik ketimbang Chelsea.
Karena itu, Zidane menolak menerima tawaran yang diajukan Chelsea. Sebab, jika gagal bersama Chelsea, reputasi Zidane sebagai pelatih top dunia bisa hancur berantakan. Sekadar mengingatkan, Zidane meninggalkan Madrid di saat yang tepat.
Selama 2,5 musim membela Madrid, ia mempersembahkan sembilan trofi. Di musim terakhirnya atau 2017-2018, ia mengantarkan Madrid menjadi yang terbaik di Piala Super Eropa, Piala Dunia Klub dan Liga Champions. Bahkan di Liga Champions, Zidane mengantarkan Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan menjadi yang terbaik di ajang tersebut tiga musim beruntun.
(Ramdani Bur)