Jadi Juara Paruh Musim Liga 1 2018, Persib Dihadang Sejarah Buruk

Oris Riswan, Jurnalis
Senin 30 Juli 2018 13:27 WIB
Skuad Persib jelang melakoni pertandingan. (Foto: @persib)
Share :

BANDUNG - Euforia sedang dirasakan Persib Bandung setelah menjadi juara paruh musim Liga 1 2018. Sebab, pencapaian itu terbilang di luar dugaan banyak pihak.

Apalagi jika menilik komposisi pemain, musim ini Persib tidak lagi menjadi 'Los Galacticos Indonesia'. Persib lebih banyak merekrut pemain tanpa nama besar di sepakbola Indonesia.

Persib saat ini bercokol di puncak klasemen berkat torehan 29 poin. Total, dari 17 laga, Persib mengoleksi delapan kemenangan, lima hasil imbang, dan empat kekalahan.

Berdasarkan catatan sejarah, Persib pernah menjadi juara paruh musim pada kompetisi musim 2007 atau 11 tahun lalu. Saat itu, Persib benar-benar menjadi tim perkasa.

Pada masa itu, Persib dilatih arsitek asal Moldova yaitu Arcan Iurie. 'Maung Bandung' begitu ganas saat bermain di kandang maupun tandang.

BACA JUGA: Mario Gomez Sebut Persib Jangan Sombong Jelang Hadapi PS Tira

Nama-nama seperti Nova Arianto, Nyeck Nyobe, Cristian Bekamenga, Patricio Jimenez, Zaenal Arif, dan Eka Ramdani saat itu menjadi andalan tim. Secara total, Persib berhasil mengumpulkan 36 poin di akhir putaran pertama yang jauh melampaui tim lainnya.

Akan tetapi, Arcan Iurie mengambil langkah besar yang berakibat fatal. Eka Ramdani yang saat itu menjadi andalan Tim Nasional Indonesia membuat Iurie berpikir keras.

Sebab, Eka harus menjalani masa pemusatan latihan yang cukup lama sehingga harus absen cukup panjang membela Persib. Perjudian besar pun dilakukan Iurie.

Ia dengan terpaksa melepas Nyeck Nyobe dengan status pinjaman ke Persela Lamongan. Padahal, Nyeck merupakan pilar utama Persib di lini belakang. Ia jadi kunci kesuksesan Persib menjadi juara paruh musim.

Sebagai gantinya, didatangkan pemain asing lain dari PSM Makassar, yaitu Leontin Chitescu. Pemain berposisi gelandang serang itu sengaja diboyong untuk menggantikan posisi Eka Ramdani.

Bobotoh saat itu banyak yang bereaksi dan mengkritik kebijakan Iurie. Apalagi, penampilan Leo dinilai tidak sesuai harapan.

Bukan hanya Bobotoh, pemain pun bereaksi. Cristian Bekamenga yang saat itu merupakan striker paling ganas di Indonesia mendadak minggat untuk bermain di Prancis.

Dipinjamkannya Nyeck Nyobe disebut-sebut sebagai alasan Bekamenga mendadak tampil melempem hingga akhirnya minggat dari Persib. Ketajaman Persib pun mendadak memudar hingga akhir putaran kedua.

'Maung Bandung' pun terus melorot peringkatnya di klasemen. Status sebagai juara paruh musim tidak mampu dipertahankan dengan baik. Bahkan, di akhir musim, Persib hanya mampu finis di peringkat kelima.

Musim ini, Persib kembali mengulangi memori serupa. Tim sama-sama diarsiteki pelatih asing hingga berhasil menjadi juara paruh musim. Jika dulu dilatih Arcan Iurie, saat ini Persib dilatih Mario Gomez.

(Mario Gomez pelatih Persib. Foto: Oris Riswan/Okezone)

Lini belakang sama-sama menjelma sebagai lini tangguh. Itu terbukti dari tingkat kebobolan yang hanya mencapai 16 gol. Jumlah itu hanya disamai Perseru Serui. Sedangkan tim lain rataan kebobolan di atas 20 gol.

Permainan lini tengah saat ini dan musim 2007 juga sama-sama impresif. Bahkan di lini depan Persib juga memiliki striker tajam sekelas Ezechiel Ndouassel yang tak kalah ganas dari Cristian Bekamenga.

Sebagai tandemnya, jika dulu Bekamenga punya Zaenal Arif, Eze punya sosok Jonathan Bauman yang bisa saling melengkapi. Duet mematikan ini sangat disegani di Indonesia saat ini.

Satu persamaan lainnya, Persib sama-sama meminjamkan pemain ke Persela pada putaran kedua. Jika dulu Nyeck Nyobe yang dipinjamkan, kali ini Gian Zola yang dipinjamkan. Bedanya, Nyeck merupakan pemain inti, sedangkan Zola lebih banyak duduk sebagai pemain cadangan.

Jika menilik hasil pada Liga 1 2017, tim yang menjadi juara paruh musim juga gagal menjadi juara di akhir musim. Itu terlihat dari pencapaian Madura United. Saat itu, Madura United memastikan juara paruh musim meski masih menyisakan dua laga sisa. Mereka bahkan bertahan cukup lama di puncak klasemen.

Akan tetapi, secara perlahan Madura United juga seolah kehilangan ruhnya. Superioritas mereka akhirnya berakhir secara perlahan. Di akhir musim, Madura United juga finis di peringkat kelima klasemen.

Lalu, apakah Persib akan kembali mengulang 'dosa' 11 tahun lalu, termasuk mengulang catatan yang diraih Madura United musim lalu? Menarik untuk ditunggu.

(Ramdani Bur)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Topik Artikel :
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya