BANDUNG - PSM Makassar menelan kekalahan telak 0-3 dari Sriwijaya FC dalam lanjutan Grup A Piala Presiden 2018 di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Minggu 21 Januari 2018. Itu jadi kekalahan kedua setelah sebelumnya PSM juga kalah 1-2 dari PSMS Medan.
Asisten pelatih PSM Imran Amarullah mengatakan tim yang dibawa untuk melakoni laga kedua Piala Presiden adalah tim pelapis. Sementara tim utama diplot untuk bermain di final Makassar Supercup Asia di hari yang sama.
Di babak pertama, PSM yang didominasi pemain U-19 mampu memberikan perlawanan. Tapi, di babak kedua terlihat jelas perbedaan kualitas antara PSM dan Sriwijaya FC.
Sriwijaya FC yang tampil dengan kekuatan penuh tak mampu dibendung barisan muda PSM. Alhasil, di akhir laga, PSM harus tersungkur 0-3.
"Kekalahan ini kalau saya lihat karena faktor fisik, mental, dan kesiapan. Karena (mayoritas) pemain muda, mereka belum siap untuk menghadapi pertandingan besar," kata Imran.
BACA JUGA: Respons Rahmad Darmawan soal Kemenangan Sriwijaya atas PSM
Disinggung kenapa PSM lebih memprioritaskan tim senior di Makassar Supercup Asia daripada Piala Presiden, ia tidak menjawab rinci. Ia mempersilakan media untuk menilai sendiri ajang mana yang lebih bergengsi.
Sebab, Piala Presiden diikuti tim-tim lokal. Sementara Makassar Supercup Asia diikuti tim-tim dari beberapa negara tetangga.
"Kalau itu saya tidak bisa menjawab (lebih kompetitif mana). Tapi di sana lawannya ada dari Malaysia, Singapura, dan Kamboja. Kalian yang menilah lah," tutur Imran.
Selain faktor gengsi, Makassar Supercup Asia sudah lebih dulu jadi prioritas PSM. Sebab, jadwal di turnamen itu sudah disusun jauh-jauh hari. Sementara jadwal Piala Presiden baru datang belakangan.
Hal itu yang membuat PSM terlihat lebih serius di ajang Makassar Supercup Asia. Selain karena faktor sebagai tuan rumah, faktor jadwal yang sudah ditetapkan lebih dulu juga jadi alasannya.
Sementara itu, kapten Hendra Wijaya mengatakan meski timnya adalah tim pelapis, tapi semua pemain sudah berjuang maksimal. Soal hasil akhir, apapun hasilnya harus diterima.
"Kita sudah main maksimal. Kita datang ke sini dengan sebagian diisi pemain junior. Tapi kami sudah bekerja selama pertandingan. Yang jelas kami sudah berusaha," pungkas Hendra.
(Ramdani Bur)