Persipura yang mengejar kemenangan tak mengulangi kesalahan saat kalah 2-0 di fase wilayah lalu. Anak-anak Jayapura langsung bermain ofensif dan membuat pertahanan Persela kelabakan sejak menit awal pertandingan.
Gol cepat Boaz menit keenam menjadi bukti bahwa Persela tidak siap memenangkan laga ini. Tuan rumah terus tertekan dan hanya sesekali memberikan balasan tanpa mampu membahayakan gawang Yoo Jae Hoon. Persela sedikit memiliki harapan kala tandukan Addison Alves menembus jala tim tamu.
Tapi itu hanya penggembira belaka, karena Boaz membuat timnya kembali unggul menit 40'. Babak kedua justru Persela mengalami penurunan, baik permainan maupun konsentrasi. Akibatnya mereka menelan dua gol tambahan dari Ian Louis Kabes dan Robertino Pugliara.
Persela sama sekali tak menunjukkan motivasi seperti saat mengalahkan Persipura pada akhir putaran kedua silam. Tim Laskar Joko Tingkir 'kehabisan bensin' dan terlihat tidak memiliki upaya untuk mengakhiri delapan besar dengan baik.
Mulusnya langkah Persipura berbeda dengan perjalanan Arema Cronus di kandang Semen Padang. Dua keputusan kontroversial wasit membuat tuan rumah kecewa, tepatnya ketika Kurnia Meiga menghajar Osas Saha yang berlari sendirian pada menit pertama.