Share

Masyarakat Papua Kecam Pernyataan Rochy Putiray

Reza Jailani, Jurnalis · Kamis 18 Desember 2014 16:55 WIB
https: img.okezone.com content 2014 12 18 49 1081093 masyarakat-papua-kecam-pernyataan-rochy-putiray-ZRC1GydUmq.jpg Masyarakat Papua Kecam Pernyataan Rochy Putiray (foto: Reza Jailani/Okezone)

JAKARTA โ€“ Pernyataan mantan pemain Tim Nasional (Timnas) Indonesia, Rochy Putiray di salah satu talkshow televisi swasta Tanah Air berbuntut panjang. Akibatnya Persipura Mania meminta pertanggungjawaban dan pembuktian atas ucapan yang bersangkutan.

Saat menghadiri acara talkshow 10 Desember 2014 malam WIB, pria yang memiliki 41 caps bersama Timnas itu mengklaim dirinya tidak pernah menyaksikan pertandingan liga Tanah Air. Pasalnya mantan pemain PSM Makassar meyakini seluruhnya sudah di-setting sejak awal, termasuk tim mana yang akan juara di akhir kompetisi.

Melalui Paguyuban Masyarakat Papua Jakarta (PMPJ), saat dijumpai Okezone di Ibu Kota, Kamis (18/12/2014) menyatakan apa yang disampaikan Rochy secara tidak langsung mengarah kepada Persipura.

โ€œApa yang dikatakan oleh Rochy melukai hati dan martabat masyarakat Papua, dia sama saja menuduh empat gelar juara Persipura adalah bagian dari sandiwara saja,โ€ kata Albert Prawar, perwakilan dari PMPJ.

โ€œPadahal kami (Persipura) meraihnya dengan keringat, jerih payah. Semua kami lakukan dengan bersih tanpa ada unsur pengaturan atau pengaruh apa pun,โ€ tambahnya.

Sebagai tambahan, Persipura sejak sembilan tahun terakhir telah empat kali menjadi juara di kompetisi tertinggi sepakbola Tanah Air yakni pada 2005, 2008-2009, 2010-2011, dan 2013.

Bahkan PMPJ membawa sejumlah tuntutan yang akan disampaikan langsung kepada Kemenpora untuk ditindaklanjuti. Berikut isi tuntatan mereka:

1.Rochy Putiray harus membuktikan ucapannya bahwa prestasi yang diraih Persipura selama empat kali juara di kompetisi Nasional adalah hasil rekayasa yang sudah diatur.

2.Meminta Komisi Penyiaran Indonesia untuk menghentikan program Mata Najwa di Metro TV karena telah menjadi sarana fitnah dan penyebaran kebohongan terhadap sepakbola dan khususnya terhadap peserta kompetisi ISL, dalam hal ini Persipura.

3.Demi harga diri serta harkat dan martabat masyarakat Papua, kami meminta kepada Manajemen Persipura untuk mengambil langkah hukum atas hal ini.

(fir)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini