JAKARTA – Jenazah mendiang mantan striker PSIS Solo, Diego Mendieta telah berada di kargo Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Kamis (6/12) malam usai disemayamkan di Rumah Sakit Harapan Kita, Jakarta Barat. Rencananya jenazah akan diterbangkan ke negara asal Mendieta, Paraguay, Jumat (7/12) pukul 17.00.
Perjalanan menuju Paraguay sendiri memakan waktu selama dua hari. Menurut jadwal penerbangan jenazah akan lebih dulu transit di Sao Paolo Brasil sebelum akhirnya sampai di negara tujuan.
Namun, ketika dikonfirmasi, PT. Angkasa Pura tak memberikan kepastian soal kapan jenazah diberangkatkan. Sumber tersebut justru mengaku masih harus menge-cek dengan pihak maskapai yang akan digunakan untuk memberangkatkan jenazah.
“Saya justru belum dapat informasi spesifik tentang hal itu,” kata salah satu staf PT Angkasa Pura saat dihubungi Okezone, Jumat (7/12/2012).
Seperti diketahui bahwa Mendieta mengalami komplikasi, pihak dokter yang menangani Mendieta mengungkapkan bahwa ia terserang jamur candidiasis pada bagian tenggorokan hingga saluran pencernaan, serta virus cytomegalovirus yang telah menjalar ke seluruh bagian tubuh.
Ironisnya, selama merumput bersama Persis gaji Mendieta yang nominalnya sekira Rp100 juta tak jua dibayarkan pihak klub. Akibatnya menjelang kepergiannya ia harus mengalami himpitan ekonomi.
Selain tak digaji selama empat bulan Mendieta ditelantarkan oleh klubnya, Persis Solo di tengah penderitaannya terbaring di rumah sakit. Mendieta sebenarnya juga dikabarkan sempat meminta pertolongan kepada PT Liga Indonesia, yang menaungi Divisi Utama yang diikuti Persis Solo, namun CEO PT Liga Indonesia, Djoko Driyono yang dihubungi melalui pesan singkat hanya menjawab akan membantu pencairan gaji, namun sampai akhir hayat Mendieta, tidak ada kabar apapun dari Djoko Driyono.
Mendieta hanya mendapat bantuan dari rekan-rekannya dan kelompok suporter Pasoepati saat terbaring di rumah sakit.
(Rintani Mundari)