PADANG - Arema FC akhirnya mencicipi kekalahan untuk pertamakalinya sejak mengikuti Indonesian Premier League (IPL) 2011-2012. Melawat ke kandang Semen Padang di Stadion Agus Salim, Singo Edan bermain buruk dan menelan kekalahan 3-1.
Kekalahan yang sungguh setimpal melihat permainan Arema FC yang buruk sepanjang pertandingan. Terus menerima tekanan sejak menit awal, Noh Alam Shah dkk tidak pernah bangkit lagi. Malah situasi memburuk dengan cederanya sejumlah pemain. Sebaliknya, Semen Padang mampu menjaga performa hingga menit akhir.
Vendry Mofu menjadi bintang lapangan dengan gol gandanya ke gawang Kurnia Meiga, menit 36 dan 72. Dedi Hartono melengkapi kemenangan dengan golnya menit 88. Striker pengganti Ahmad Amiruddin memperkecil malu lewat aksinya di penghujung laga.
Vendry Mofu layak menjadi man of the match, karena berada dalam posisi dan momen yang tepat walau secara permainan tak menonjol. Ia bisa menutup hilangnya Ferdinand Sinaga dengan sangat sempurna. Esteban Vizcara dan Ellie Aiboy juga pantas mendapatkan kredit tersendiri di laga ini.
Hilangnya bek Leonard Tupamahu di pertengahan babak pertama karena cedera, mengubah wajah Arema. Bek pengganti Tommy Jaelani tidak mampu memainkan perannya dengan baik dan malah memperburuk pertahanan tim tamu. Kalau pun ada pemain yang penampilannya masih prima di kubu Arema, tak lain adalah kiper Kurnia Meiga.
Walau gawangnya kecolongan dua gol, namun itu bukan murni kesalahannya. Kurang fitnya sejumlah pemain di babak kedua menambah derita Arema, misalnya Noh Alam Shah, Roman Chmelo dan Alfarizi yang mendapat gangguan cedera. Inilah yang menjadi alasan Pelatih Arema Abdulrahman Gurning.
“Kami tidak bisa keluar dari tekanan sejak babak pertama. Sejumlah pemain juga mengalami cedera seperti Leonard Tupamahu dan itu memengaruhi permainan. Jujur saya akui Semen Padang bermain sangat bagus dan tidak memberikan kami kesempatan untuk bangkit,” ucap Gurning selepas laga.
Terlepas dari kondisi pemain yang kurang bagus, klub berlogo kepala singa terlihat kurang percaya diri sejak awal pertandingan. Malah sepanjang babak pertama hanya ada satu shot on gol dan itu bukanlah tipikal tim sekelas Arema. Cukup mengherankan jika melihat pemain yang diturunkan adalah the winning team.
Sementara, Pelatih Semen Padang Nil Maizar mengacungi jempol permainan timnya yang tak kendor sepanjang laga. Kunci permainan timnya, menurut pelatih berkumis ini, adalah disiplin dalam menyerang maupun bertahan. Ia sejak awal menginstruksikan kemungkinan strategi serangan balik yang diterapkan tim tamu.
Terbukti, pertahanan Semen Padang tak pernah longgar karena Abdulrahman dan David Pagbe dengan rapat menjaga Noh Alam Shah Cs. “Anak-anak tampil disiplin dan terus berusaha mencetak gol. Menghadapi tim seperti Arema, kami melakukan apa yang seharusnya kami lakukan,” cetus Nil Maizar.
Dengan hasil ini, Semen Padang semakin berkibar di puncak klasemen sementara IPL dengan tabungan 15 angka, memperpanjang jarak dengan Persibo di urutan kedua dengan beda lima angka. Semen Padang sekaligus meneruskan rekor tak terkalahkan di tujuh pertandingan. Sedangkan Arema FC masih terpaku di posisi kelima dengan raihan delapan angka.
(Achmad Firdaus)