"Keputusan PSSI Tak Masuk Akal"

Kukuh Setiawan, Jurnalis · Rabu 02 Oktober 2013 07:27 WIB
https: img.okezone.com content 2013 10 02 49 875125 c6TJK31Gt8.jpg IPL (Dok: Okezone)

MALANG - Keputusan PSSI memberhentikan Indonesian Premier League (IPL) dan menggagas format baru membuat klub kontestan berang. Arema IPL menilai sikap PSSI itu arogan dan tidak masuk akal karena kompetisi IPL sejak semula disepakati berjalan hingga tuntas.

 

PSSI memunculkan keputusan mengejutkan pada akhir pekan lalu terkait penghentian kompetisi IPL. Bahkan muncul wacana format baru yang hanya mengakomodir 11 tim saja. Keputusan itu tentu sangat mengejutkan tim yang hingga sekarang masih berkomitmen melanjutkan liga.

 

Arema IPL menilai sikap PSSI tersebut tidak berdasar pada kesepakatan dengan AFC dan PSSI. “PSSI arogan dan penghentian IPL tak masuk akal. Sebelumnya PSSI member sanksi kepada tim yang kalah WO (walk over). Sekarang kompetisinya yang dihentikan,” ujar Manajer Arema IPL Harrys Fambudi.

 

Dia membeberkan perihal kesepakatan alias Memorandum of Understanding (MoU) dalam kongres tahunan PSSI beberapa waktu lalu. Semua pihak telah menyetujui bahwa IPL bakal tetap berlanjut hingga akhir musim walau pengelolaan dinilai sangat buruk.

 

Seharusnya, kata Harrys, PSSI terlebih dulu melibatkan AFC dan FIFA sebelum memutuskan stop IPL. “Keputusan PSSI soal penghentian liga otomatis batal demi hukum. PSSI tidak bisa menghentikan kompetisi atau mengubah format kompetisi seenaknya sendiri,” cetus Harrys.

 

Apa pun keputusan PSSI, Arema IPL sampai saat ini tetap bertekad melanjutkan kompetisi hingga partai terakhir. Harrys mengatakan selama ini Arema sudah beritikad baik untuk melanjutkan kompetisi walau sempat gagal bertanding karena wasit mogok saat lawan Pro Duta.

 

“Arema IPL selama ini berusaha menjadi tim yang berkomitmen untuk lebih baik di putaran dua IPL. Kami juga sudah siap segalanya untuk mengikuti kompetisi hingga akhir musim. Tapi ketika kami sudah siap, ternyata PSSI membuat keputusan yang tak masuk akal,” tandasnya.

 

Sementara, tim sekandang Persema Malang, mengaku tidak lagi peduli dengan nasib IPL ke depannya. Setelah membubarkan tim dan menyerahkan pengelolaan ke Pengcab PSSI Kota Malang, Persema merasa sudah tidak ada kaitan apa-apa dengan kompetisi yang dulunya bernama Liga Primer Indonesia (LPI) tersebut.

 

Setelah dilikuidasi dari IPL, Persema Malang memang pasrah dan tidak lagi berhasrat melanjutkan liga karena upaya yang mereka lakukan gagal. Kini Persema tinggal menunggu ganti rugi dari operator IPL PT Liga Prima Indonesia Sportindo (LPIS) dan PSSI karena telah ‘membunuh’ Persema.

 

“Kami sudah tidak lagi bermain di IPL, jadi tak terpengaruh dengan apa yang terjadi di kompetisi itu. Persema hanya menunggu ganti rugi dari PSSI dan PT LPIS, karena hanya dengan ganti rugi itu kami bisa membayar tunggakan gaji kepada pemain,” jelas CEO Persema Dito Arief.

 

Persema dibuang dari IPL karena dianggap sebagai tim indispliner setelah kalah WO dua kali di putaran pertama. Nasib sama juga menimpa Persibo Bojonegoro yang terpaksa bubar jalan karena dieliminasi dari IPL setelah kalah WO sembilan kali di fase awal IPL.

(raw)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini