BALIKPAPAN - Larangan penggunaan dana APBD pada kompetisi Indonesia Super League (ISL) musim depan, menuntut sejumlah tim untuk berpikir kreatif. Persiba Balikpapan, sebagai salah satu tim kontestan, diam-diam sudah melakukan langkah antisipasi. Apa itu?
Ketua Umum Persiba H. Syahril HM Taher mengatakan pihaknya telah mempersiapkan kelahiran PT Persiba Kick Off (BKO). Namun hal itu belum di launching secara resmi kepada publik. Dia menilai, jika BKO ini resmi terbentuk, maka manajemen akan melakukan recruitment SDM yang profesional . SDM professional ini guna mendukung Manajemen profesional Persiba khususnya dalam bidang pengelolaan anggaran.
“Kita akan buka lowongan bagi siapapun yang mempunyai kemampuan untuk masuk dalam manajemen Persiba. Kita selama ini memperoleh predikat yang baik dalam pengelolaan keuangan karena semua didasari oleh moral dan tanggung jawab. Hasil pemeriksaan atau audit keuangan semua tidak ada masalah,” katanya.
Namun menyinggung dana abadi sebagai modal awal Persiba setelah lepas dari APBD kota, Syahril mengaku belum memiliki pemikiran soal dana awal ini. Persiba Balikpapan diperkirakan membutuhkan modal awal atau dana abadi senilai Rp 50 miliar untuk menuju pengelolaan klub profesional pada musim kompetisi mendatang.
“Saya sulit kalau bicara soal dana abadi ini, Kalau SDM sudah bagus. Saya yakin pasti ada jalan untuk Persiba,” tandasnya.
Persiba berusaha mengadopsi sistem pengelolaan yang sudah diterapkan oleh PT Persib Bandung Bermartabat, yang sudah mengantongi dana abadi dari sumbangan pihak sponsor. Komitmen menjadi klub yang profesional melalui pendirian PT Balikpapan Kick Off nantinya akan berisi para profesional di bidangnya masing-masing.
Syahril mengakui bukan perkara mudah mengumpulkan sumbangan dana abadi yang totalnya minimal sebesar Rp50 miliar itu. Sesuai dengan pengalamannya, perusahaan-perusahaan di Balikpapan terbilang pelit berinvestasi di bidang olahraga. “Prakteknya susah diterapkan di kondisi sebenarnya,” katanya.
Namun, Syahril menyatakan komitmennya dalam mempersiapkan Persiba sebagai salah satu tim profesional di Indonesia. Dia mengaku tengah mempersiapkan sistem, sumber daya manusia, serta moral pengelola PT Balikpapan Kick Off. Keberadaan SDM saat ini diakui sebanyak 85 persen dari 30 pengurus tidak memenuhi persyaratan.
“Harus saya bilang sejujurnya, 85 persen pengurus Persiba saat ini memang tidak kompeten. Harus diupgrade, mereka dari disiplin dan semua mau terima beres. Yang namanya SDM professional tidak lagi mengandalkan one men show tapi system,” tandasnya.
(Achmad Firdaus)