Persela Kalkulasi Dana Belanja

Kukuh Setiawan (Koran Sindo), Jurnalis
Rabu 13 Juli 2011 20:38 WIB
Skuad pemain Persela Lamongan. FotoL Koran SINDO
Share :

LAMONGAN - Persela Lamongan musim ini dipastikan bakal lebih sibuk dibanding sebelumnya. Tim biru laut dipaksda memecah konsentrasi antara menyiapkan kekuatan tim untuk musim depan sekaligus memikirkan pendanaan setelah dilarangnya keterlibatan APBD.
 
Hingga kini bahkan Persela belum mempunyai rancangan soal berapa dana untuk belanja pemain musim depan. Padahal rencananya tim berjuluk Laskar Joko Tingkir bakal banyak membuang pemain dan memprioritaskan kekuatan muda.
 
Manajemen masih melaukan kalkulasi terkait angka realistis yang bisa digunakan untuk menambah amunisi. Penghitungan dana belanja memang tak mudah karena Persela dipastikan mengawali persiapan pra musim dengan modal yang minim.
 
Sejauh ini klub yang bermarkas di Stadion Surajaya hanya bermodal Rp5 miliar hasil keuntungan musim lalu. Selain uang itu belum ada dana untuk persiapan tim, karena suplai dari APBD Kabupaten Lamongan yang selama ini menjadi sumber dana dipastikan akan dihapus.
 
“Sejauh ini kita belum tahu berapa dana yang akan digunakan untuk belanja pemain. Manajemen masih melakukan kalkulasi, termasuk berapa kemungkinan dana yang bisa kita peroleh dalam waktu dekat,” jelas Asisten Manajer Persela Yuhronur Efendi.
 
Bisa jadi keuntungan Rp5 miliar yang diperoleh musim lalu bakal dilimpahkan sepenuhnya ke persiapan tim. Sedangkan untuk operasional klub selama kompetisi bakal menyusul kemudian, yakni terkait rencana Persela membentuk konsorsium.
 
Persela sekaligus menunggu bagaimana sepak terjang Ketua Umum PSSI Djohar Arifin Husin menyikapi pelarangan APBD untuk klub profesional. Kendati mempunyai rancangan sendiri, klub ini berharap ada sebuah terobosan dari PSSI yang bisa meringankan kerja klub.
 
“Saya yakin semua klub akan berat jika dipisahkan dari APBD, sebab pelaksanaannya terlalu mendadak. Makanya kami berharap PSSI memberikan sebuah solusi bagaimana menangani persoalan yang mungkin dihadapi klub seperti Persela,” lanjutnya.
 
Persela sendiri tiap musimnya mendapatkan suplai dari APBD sebesar Rp9-11 miliar. Jumlah itu sebenarnya tergolong kecil untuk seukuran tim yang dibiayai pemerintah daerah. Namun tetap saja berat bagi tim kebanggaan Kota Soto untuk mencari nominal sebesar itu.
 
Solusi yang gencar didengungkan Persela adalah membentuk konsorsium yang meliputi kalangan pemilik modal di Lamongan, baik pengusaha maupun petambak. Namun hingga kini rencana tersebut juga masih kabur dan belum diketahui pasti bagaimana progresnya.

(Hendra Mujiraharja)

Halaman:
Share :
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Terpopuler
Telusuri berita Bola lainnya