Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

PSSI Minta Kasus Penyerangan Bus Persib U-18 Diusut Tuntas

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Senin, 12 Oktober 2026 |19:21 WIB
PSSI Minta Kasus Penyerangan Bus Persib U-18 Diusut Tuntas
PSSI Minta Kasus Penyerangan Bus Persib U-18 Diusut Tuntas (Dok PSSI)
A
A
A

JAKARTA - Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) mengecam aksi penyerangan terhadap bus Persib U-18 di rest area Batang, Jawa Tengah, Minggu (11/10/2026). Federasi sepak bola Indonesia ini mendesak kejadian itu diusut tuntas.

1. Minta Diusut Tuntas

Dalam pernyataannya, PSSI menegaskan keselamatan seluruh insan sepak bola, termasuk tim sepak bola usia muda harus menjadi prioritas. Sejalan dengan komitmen bersama FIFA, setiap orang yang datang untuk bertanding dan menonton sepak bola harus dapat pulang ke rumah dengan selamat. 

"Terkait penyerangan bus rombongan EPA suatu klub oleh oknum suporter klub, PSSI meminta liga dan klub mengambil tindakan tegas serta melibatkan pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kejadian tersebut," demikian bunyi pernyataan PSSI. 

Penyerangan ini tidak hanya bertentangan dengan prinsip sportivitas dalam sepak bola, tetapi juga merupakan tindakan kriminal yang harus diproses sesuai hukum yang berlaku. 

"Sikap ini berlaku untuk seluruh kejadian serupa, siapa pun pelakunya dan klub mana pun yang menjadi korban. Tidak ada toleransi terhadap kekerasan dalam sepak bola Indonesia," katanya. 

Bus Persib U-18 diserang (Ist)

2. Bus Persib U-18 Diserang

Diketahui, bus Persib U-18 diserang di rest area Batang, Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat kejadian, rombongan Persib U-18 sedang dalam perjalanan menuju Bandung setelah menghadapi Garuda United di Solo, Jawa Tengah, dalam kompetisi Elite Pro Academy (EPA) U-18.

Informasi awal menyebutkan, rombongan Persib berpapasan dengan kelompok suporter rival yang sedang dalam perjalanan pulang setelah mendukung timnya bertanding di Yogyakarta. Bus Persib U-18 kemudian dilaporkan menjadi sasaran penyerangan oleh  oknum yang diduga berasal dari rombongan tersebut.

 

Namun, identitas pelaku utama dalam insiden itu belum dapat dipastikan. Persib juga melaporkan adanya kerusakan pada bus serta dugaan penjarahan sejumlah koper milik ofisial dan anggota tim.

Dua personel Persib yang berada dalam rombongan tersebut, yakni Media Officer Persib untuk EPA Pandu Persada dan perwakilan Akademi Persib bernama Ridwan, mengalami situasi yang lebih sulit. Keduanya sempat terpisah dari rombongan ketika berusaha kembali ke bus setelah berada di area toilet rest area.

Situasi yang tidak kondusif dan banyaknya orang di lokasi membuat Pandu dan Ridwan tidak dapat segera bergabung dengan rombongan. Bus tim EPA kemudian melanjutkan perjalanan lebih dahulu, sementara keduanya masih tertinggal di lokasi kejadian.

Dalam situasi tersebut, Pandu dilaporkan mengalami kekerasan fisik yang diduga dilakukan sejumlah orang yang terlibat dalam penyerangan. Untuk menghindari ancaman lebih lanjut, dia kemudian berlindung di sebuah tempat tambal ban di kawasan Rest Area KM 360 Batang.

Sementara itu, Ridwan berhasil meninggalkan lokasi setelah menumpang mobil milik orang tua salah satu pemain Persib U-18. Persib selanjutnya melakukan koordinasi intensif dengan kepolisian setempat untuk memastikan keselamatan Pandu sekaligus mengupayakan proses pengamanan dan evakuasinya.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.

      
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita bola lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement