PERTEMUAN sarat gengsi antara Persija Jakarta dan Persib Bandung dalam lanjutan Super League 2026-2027 dipastikan menyajikan atmosfer yang jauh berbeda dibanding musim-musim sebelumnya. Setelah tujuh tahun lamanya selalu berstatus sebagai tim musafir saat menjamu sang rival abadi, Macan Kemayoran akhirnya bisa kembali bermain di rumah sendiri ketika melawan Persib.
Ya, akhirnya duel bertajuk El Clasico Indonesia tersebut dijadwalkan bergulir di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Sabtu, 12 September 2026. Kabar kepastian izin tersebut langsung disambut sukacita oleh manajemen klub dan seluruh elemen pendukung setia mereka, The Jakmania.
Terakhir kali Persija dapat menjamu Persib secara langsung di ibu kota tercatat terjadi pada ajang Super League (dulu masih Liga 1) 2019 silam. Kala itu, laga berakhir sama kuat 1-1 usai kedua tim tampil maksimal di SUGBK.
Selepas tahun tersebut, berbagai kendala mulai dari faktor perizinan, pertimbangan keamanan, hingga dinamika situasi politik membuat klub kebanggaan warga Jakarta ini harus terusir jauh ke luar kota, termasuk sempat berkandang hingga ke Samarinda pada musim lalu.
Kondisi pelik yang dialami klub ibu kota ini ternyata sempat mengundang reaksi kaget dari sang juru taktik, Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan tersebut merasa heran mengapa sebuah tim besar harus terus-menerus kehilangan hak istimewa untuk bertanding di hadapan pendukungnya sendiri dalam laga kandang.
Dalam pandangan Shin Tae-yong, aspek keadilan atau fair play dalam dunia olahraga seharusnya dijunjung tinggi tanpa memberikan keuntungan sepihak bagi salah satu kontestan. Ia bahkan sempat melontarkan candaan kritis bahwa Persib seharusnya juga merasakan hal serupa jika Persija terus-menerus diasingkan dari kandang aslinya.
Meski demikian, polemik masa lalu kini resmi terkubur seiring terbitnya lampu hijau bagi jalannya laga akbar di SUGBK. Antusiasme tinggi langsung diluapkan kubu Macan Kemayoran melalui media sosial resmi klub dengan seruan penuh semangat agar stadion kebanggaan bangsa tersebut kembali bergemuruh.