Sementara itu, Chivu mengganggap Jose Mourinho sebagai sosok istimewa.
"Saya bertemu dengannya adalah sebuah keberuntungan. Dia membantu saya melewati masa-masa tersulit dalam hidup saya. Saya tidak akan pernah melupakan hal itu," melansir Football Italia.
Terlepas dari hubungan dekatnya dengan Mourinho, Chivu menepis anggapan mantan pelatih Real Madrid itu secara langsung membentuk filosofi taktisnya.
"Saya tidak pernah meniru siapa pun," jelasnya.
"Saya memiliki gagasan sepak bola sendiri, yang terbentuk saat saya masih menjadi pemain dan selama bertahun-tahun di sektor pembinaan pemain muda. Saya memiliki kesempatan untuk bereksperimen dengan hal-hal yang kini sangat membantu saya," ucapnya.
Inter akan menghadapi tantangan berat di Madrid, mengingat Nerazzurri belum pernah menang di Bernabéu selama enam dekade terakhir. Chivu menyadari betapa sulitnya laga ini. Namun, ia tidak ingin timnya meninggalkan prinsip-prinsip permainan mereka.
"Bermain di Bernabéu tidak pernah mudah bagi siapa pun. Sudah 60 tahun sejak Inter terakhir kali menang di sini," ujarnya.
"Banyak tim kesulitan untuk menang di sini. Kami akan berusaha sebaik mungkin, tanpa mengubah jati diri kami. Kami ingin mendominasi permainan, kami ingin menunjukkan bahwa kami telah berkembang, dan tidak ada cara yang sempurna untuk menghadapi Real Madrid," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.