PANGGUNG megah Liga Champions 2026-2027 kembali bergulir pekan ini dengan Paris Saint-Germain (PSG) yang datang membawa ambisi besar untuk mengukir sejarah baru. Di bawah asuhan Luis Enrique, raksasa Prancis tersebut bertekad menyegel gelar juara ketiga secara beruntun demi menyamai rekor elite sejarah sepak bola Eropa.
Kendati berstatus sebagai juara bertahan usai mengandaskan Arsenal di partai puncak musim lalu, dominasi PSG diprediksi tidak akan berjalan mudah karena kedatangan para penantang serius. Perebutan trofi Si Kuping Besar musim ini dipastikan bakal sengit hingga klimaks laga final yang dijadwalkan berlangsung di Estadio Metropolitano, Madrid, pada Juni mendatang.
Sebagai juara bertahan, Les Parisiens –julukan PSG– masih menjadi tim yang paling diunggulkan berkat skuad bertabur bintang yang mereka miliki saat ini. Kombinasi mematikan di lini serang yang digawangi Ousmane Dembele, Desire Doue, dan Kvicha Kvaratskhelia kini semakin tajam dengan kehadiran amunisi baru seperti Ferran Torres serta Maghnes Akliouche.
Meski kehilangan Bradley Barcola dan Ibrahim Mbaye, PSG tetap memiliki DNA juara di fase gugur meskipun awal musim domestik mereka di Ligue 1 tampak kurang meyakinkan tanpa kemenangan di tiga laga awal.
Kegagalan dramatis di final musim lalu melawan PSG menjadi pelecut semangat terbesar bagi skuad Meriam London untuk membayar tuntas rasa penasaran mereka. Berbekal mentalitas pemenang usai menjuarai Premier League musim lalu, tim asuhan Mikel Arteta tampil sangat perkasa di awal musim ini.
Kedatangan Bruno Guimaraes dan Christos Tzolis ditambah performa puncak Martin Odegaard serta Kai Havertz menjadikan Arsenal sebagai kandidat terkuat pengganggu dominasi Paris.
Peraih trofi La Liga dalam dua musim terakhir di bawah arahan Hansi Flick ini bertekad mengakhiri puasa gelar Eropa sejak terakhir kali juara pada 2015. Pergerakan transfer Blaugrana terbilang sangat masif di musim panas ini dengan mendatangkan Gabriel Jesus, Anthony Gordon, serta gelandang jangkar kelas dunia Rodri.