"Direktur Bisnis adalah Pak Sadikin, kemudian Direktur Financial and Administration itu Pak Teddy Tjahjono. Kemudian Direktur Kompetisinya yang tadinya Dirops menjadi Direktur Kompetisi, Pak Asep Saputra," jelas Ferry.
Ferry menambahkan, di mempertahankan posisinya sebagai Direktur Utama lantaran struktur kepemilikan korporasi mengharuskan pucuk pimpinan didominasi oleh pihak pemegang saham pengendali, di mana PT Liga Indonesia Baru memegang mayoritas 52 persen saham sementara klub-klub menguasai 48 persen sisanya.
"Karena ini anak usaha, di dalam aksi korporasi itu diharuskan karena pengendali sahamnya masih mayoritas di PT Liga Indonesia Baru yaitu 52 persen, sementara klub 48 persen kepemilikannya," ungkap Ferry.
Dalam jalannya rapat paripurna tersebut, seluruh pemegang saham yang hadir secara lengkap juga memberikan persetujuan penuh terhadap laporan program kerja musim lalu serta proyeksi finansial perusahaan untuk musim mendatang.
Ferry mengungkapkan bahwa berbagai kebijakan strategis sebenarnya telah dibahas secara intensif melalui pertemuan rutin antar-pemilik klub setiap kuartal, sehingga RUPS kali ini berfungsi sebagai tahap pengesahan formal.
"Secara quarterly kita melakukan pertemuan-pertemuan Owner's Club Meeting. Sehingga hari ini bisa dibilang legally ketok palu saja atas persetujuan yang sudah kita sampaikan," tutup Ferry.