Bagi Fikri, kedekatan emosional dengan tradisi setempat mampu menumbuhkan motivasi tersendiri bagi para pemain untuk meneruskan semangat perjuangan para pendahulu. Hal tersebut diharapkan bisa diterjemahkan melalui penampilan kompetitif di atas lapangan hijau.
“Mengenal tradisi ini secara langsung membantu saya terhubung dengan kultur lokal, sekaligus menyuntikkan motivasi untuk meneruskan semangat perjuangan generasi terdahulu,” imbuh Fikri.
Rangkaian kegiatan sakral di Kotagede dan Imogiri tersebut ditutup dengan momen kebersamaan yang hangat di antara seluruh anggota skuad. Pihak manajemen optimistis agenda ini mampu memperkokoh kekompakan tim secara utuh, baik dalam aspek teknis maupun non-teknis.
Kini, PSIM Yogyakarta kembali fokus menuntaskan persiapan akhir menjelang bergulirnya kompetisi Super League 2026-2027. Tradisi ziarah ini diharapkan menjadi landasan mental yang kuat bagi Laskar Mataram dalam mengarungi ketatnya persaingan musim ini.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.