"Vicario adalah pemain yang matang, cerdas, profesional. Dia punya silsilah, salah satu pemain yang memikirkan olahraga bahkan ketika dia pulang ke rumah di waktu luangnya," kata Spalletti.
"Ada pemain lain yang menganggap profesinya lebih enteng, tapi Vicario adalah salah satu pemain yang saya suka dan berkomitmen. Dia menjalani proses pertumbuhan yang tepat. Saya tidak tahu kenapa, tapi dalam setahun terakhir dia mungkin kehilangan sesuatu yang berarti dia tidak bisa tampil bagus, tapi dia tetap menjadi penjaga gawang top," ucapnya.
Lalu, mengapa Juventus memilih Alisson Becker dari Liverpool dan Emiliano Martinez dari Aston Villa sebelum akhirnya memilih Vicario?
“Kami mungkin berpikir bahwa dengan sosok yang lebih berpengalaman seperti Alisson, Martinez, dan Anda juga, mereka akan membawa sesuatu yang lebih, tapi Vicario juga pernah memenangkan turnamen. Dia punya pengalaman di luar negeri di klub penting, jadi dia berada di level yang sama,” ujar Spaletti.
Ia juga menyambut pemain baru seperti Kerim Alajbegovic dan Randal Kolo Muani.
“Saya pernah menghadapi Kolo Muani di Liga Champions saat masih di Napoli, dan mengapresiasi karakteristiknya, bahkan memantaunya selama beberapa waktu,” ungkap sang pelatih.
“Dia striker yang lengkap, dia menyerang ruang, bekerja dengan tim, cepat, punya teknik, dan segalanya," ujarnya.
Sementara itu, Spaletti memuji Alajbegovic sebagai pemain berkualitas.
“Adapun Alajbegovic, dia punya kreativitas dan kualitas, berkelas, dia bagus untuk ditonton. Kita harus melihat apakah dia bisa menunjukkan performanya secara konkrit, karena dia punya performa yang fantastis dan bisa bermain di beberapa peran berbeda, bukan hanya satu peran tertentu,” tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.