LEGENDA Real Madrid, Toni Kroos, memberikan penilaian pedas terhadap mantan klubnya setelah hasil memalukan di El Clasico pada Senin 11 Mei 2026 kemarin. Apalagi kekalahan 0-2 dari Barcelona kemarin juga memastikan Los Blancos mengakhiri musim kedua berturut-turut tanpa trofi besar.
Kekecewaan mendalam diungkapkan Kroos melalui podcast miliknya, Einfach mal Luppen. Baginya, tim sekelas Madrid tak bisa juara selama dua musim beruntun merupakan hal yang sangat memalukan.
"Dua musim tanpa gelar itu tidak bisa diterima. Titik. Itulah citra diri Real Madrid yang sebenarnya, dan semua orang tahu itu," tegas Kroos, dikutip dari Goal International, Selasa (12/5/2026).
Kroos menyebut kegagalan musim ini adalah buah dari atmosfer negatif yang berkepanjangan di setiap level klub, baik internal maupun eksternal.
Borok internal Real Madrid memang menjadi sorotan sepanjang musim. Mulai dari kebocoran informasi ke media hingga puncaknya, perselisihan fisik di ruang ganti antara Aurelien Tchouameni dan Federico Valverde.
Insiden baku hantam yang membuat Valverde mengalami cedera kepala dan kedua pemain didenda besar tersebut dianggap sebagai simbol titik terendah dari hancurnya keharmonisan tim musim ini.
Kondisi ini membuat Kroos mengaku sudah tidak yakin Madrid bisa menang sejak sebelum laga dimulai. Ketika gol cepat Marcus Rashford dan Ferran Torres membawa Barca unggul 2-0 di awal laga, harapan Kroos langsung sirna.
"Sejujurnya, saya merasa lega ketika pertandingan berakhir. Saya jarang merasa seputus asa ini saat menonton mereka," sambung Kroos.
Meski babak kedua berjalan lebih seimbang, Kroos merasa Madrid hanya bermain formalitas dan tidak memiliki level yang cukup untuk mengejar ketertinggalan.
Di tengah keterpurukan ini, kursi kepelatihan yang diduduki Alvaro Arbeloa dilaporkan sedang di ujung tanduk. Arbeloa dinilai gagal mengendalikan ego para pemain bintang, serupa dengan kesulitan yang dialami pendahulunya, Xabi Alonso.
Nama Jose Mourinho kini muncul sebagai kandidat kuat yang didukung oleh Presiden Florentino Perez untuk kembali menahkodai klub.
Selain isu manajerial, muncul kabar menarik mengenai potensi kembalinya Toni Kroos ke Santiago Bernabeu dalam peran baru. Laporan menyebutkan bahwa klub ingin Kroos mengikuti jejak Zinedine Zidane, yang memulai karier pasca-pensiun sebagai duta klub sebelum akhirnya bertransformasi menjadi pelatih kepala yang sukses.
(Rivan Nasri Rachman)
Bola Okezone menyajikan berita sepak bola terkini, akurat, dan terpercaya dari dalam negeri maupun internasional. Dukung jurnalisme berkualitas dengan tetap mengikuti update tercepat kami setiap hari.