BARCELONA – Gelandang andalan Barcelona, Pablo Gavi, kembali mencuri perhatian lewat pernyataan tegasnya. Dalam wawancara eksklusif bersama El Mundo Deportivo, pemain berusia 21 tahun ini berbicara blak-blakan mengenai rivalitas dengan Real Madrid, dinamika ruang ganti, hingga ambisinya menembus skuad Piala Dunia.
Gavi menegaskan keberhasilan Barcelona merengkuh trofi sering kali dipandang sebelah mata oleh rival abadi mereka. Ia melihat Madrid selalu meremehkan pencapaian Barcelona.
"Semua orang tahu bahwa dari Madrid, mereka akan selalu meremehkan atau menghilangkan kredit atas apa yang kami menangkan," cerita Gavi kepada El Mundo Deportivo yang dikutip dari Marca, Rabu (20/5/2026).
Pada usianya yang masih sangat muda, Gavi telah mengoleksi tiga gelar Liga Spanyol. Ia pun memberikan apresiasi tinggi pada kebijakan Blaugrana yang sukses mempertahankan takhta juara dalam dua musim beruntun dengan mengandalkan fondasi pemain lokal.
Bagi Gavi, mempertahankan gelar juara dengan skuad yang didominasi jebolan akademi La Masia memiliki nilai yang jauh lebih tinggi.
"Meraih dua gelar Liga berturut-turut dengan banyak pemain lokal, banyak pemain dari La Masia, dan tanpa banyak rekrutan baru, adalah hal yang sangat luar biasa," tambahnya.
Tidak hanya bicara soal timnya, Gavi juga menyoroti situasi panas di internal Real Madrid. Menanggapi insiden perkelahian fisik yang melibatkan Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni, Gavi mengkritik keputusan Alvaro Arbeloa dalam mengelola krisis tersebut.