BANDUNG – Arema FC menunjukkan sinyal positif dalam persaingan sengit Super League 2025-2026. Tim berjuluk Singo Edan ini seolah menemukan keseimbangan baru berkat performa impresif dua penggawa asing mereka, Lucas Frigeri dan Gustavo Franca.
Keduanya menjadi representasi kuat bagaimana mentalitas pantang menyerah mampu mengubah tekanan menjadi prestasi di lapangan. Kolaborasi keduanya menciptakan stabilitas yang sangat dibutuhkan tim.
Frigeri bertugas sebagai tembok terakhir di bawah mistar gawang, sementara Franca menjadi komando di lini pertahanan yang juga berperan menjaga ritme saat membangun serangan dari belakang. Keduanya membuktikan bahwa respon positif terhadap kritik adalah kunci utama untuk bangkit.
Sorotan tajam sempat tertuju pada Lucas Frigeri setelah rentetan hasil buruk dan tingginya angka kebobolan yang dialami Arema FC di awal musim. Kiper asal Brasil ini bahkan sempat kehilangan posisi utama dan harus rela menghuni bangku cadangan.
Namun, alih-alih terpuruk, Frigeri justru meledak dengan catatan dua kali clean sheet secara beruntun dalam beberapa laga terakhir.
”Saya memahami apa yang penggemar inginkan kepada saya sebagai pemain. Menunjukkan kemampuan individu yang maksimal dan membantu tim dalam meraih kemenangan jadi hal yang selalu saya upayakan,” tutur Frigeri, dikutip dari laman resmi I.League, Kamis (22/4/2026).
Baginya, konsistensi dalam latihan dan keterbukaan terhadap evaluasi menjadi fondasi utama untuk mengembalikan kepercayaan diri serta apresiasi dari Aremania.