BARCELONA – Langkah Barcelona di leg pertama perempatfinal Liga Champions 2025-2026 harus berakhir dengan hasil mengecewakan. Menjamu Atletico di Stadion Camp Nou, skuad asuhan Hansi Flick terpaksa pulang dengan kekalahan 0-2 setelah dipaksa bermain dengan 10 orang sejak babak pertama.
Kartu merah seolah menjadi kutukan yang enggan pergi dari Barcelona di kompetisi Eropa. Kali ini, Pau Cubarsi menjadi sosok yang harus mandi lebih awal setelah menjatuhkan Giuliano Simeone yang sedang dalam posisi bebas.
Meski banyak yang menilai kartu merah tersebut bisa diperdebatkan karena bola belum sepenuhnya dalam kontrol lawan, wasit tetap pada keputusannya. Pelatih Barcelona, Hansi Flick pun menjadi sosok yang paling keras mengkritik keputusan wasit yang dinilai banyak merugikan pasukannya.
Bermain dengan kekurangan pemain terbukti menjadi beban yang terlalu berat untuk dipikul di level elit Eropa. Sebelum turun minum, Julian Alvarez berhasil memecah kebuntuan lewat eksekusi tendangan bebas spektakuler yang bersarang di pojok atas gawang Joan Garcia.
Keunggulan tuan rumah kemudian digandakan oleh Alexander Sorloth pada babak kedua, memperpanjang rekor buruk pertahanan Blaugrana yang musim ini selalu kebobolan dalam setiap laga di Liga Champions.
Hansi Flick sebenarnya mencoba bereaksi taktis di jeda pertandingan. Alih-alih memasukkan bek tengah murni seperti Araujo, ia justru memasukkan Fermin Lopez dan Pablo Gavi untuk memperkuat lini tengah dan hanya menyisakan tiga pemain di lini belakang.
Meski keputusan ini membuat Barcelona tetap kompetitif dan menciptakan peluang, ketajaman lini depan Atletico memastikan kemenangan bagi tim tuan rumah.