Ketika itu, sang jurnalis memunculkan seorang karakter pesepakbola fiktif bernama Masal Bugduv. Hal itu dilakukan untuk menyindir peningkatan harga transfer pemain dari tahun tahun.
Peningkatan valuasi pemain ketika itu disebut gara-gara hadirnya Roman Abramovich di Chelsea. Taipan asal Rusia tersebut tak segan merogoh kocek pribadi untuk mendanai transfer pemain ke The Blues dengan nominal fantastis.

Padahal, nilai transfer dengan angka mencolok bukan jaminan seorang pemain akan jadi bintang atau berkontribusi. Contohnya sudah banyak di dunia sepakbola saat ini.
Itulah kisah Sugimin Hidayatullah, pesepakbola misterius Indonesia yang bikin Real Madrid merogoh kocek Rp139 miliar. Untungnya, semua paham itu hanya bercanda.
(Wikanto Arungbudoyo)