
Total 21 tembakan berhasil dilesatkan oleh anak-anak Jakarta. Akan tetapi, hanya tiga tembakan yang tepat sasaran. Sementara, Laskar Mataram terlihat lebih efektif dengan melesatkan sembilan tembakan, lima di antaranya menemui sasaran.
Souza mengaku tak mempermasalahkan hal ini karena Persija mempunyai waktu 90 menit untuk mencetak gol. Terlebih lagi, lawan Macan Kemayoran kali ini adalah penghuni peringkat empat klasemen sementara.
“Kami punya 90 menit untuk berusaha mencetak gol dan tidak kebobolan dan menit pertama dan terakhir kami selalu incar itu. Tapi kami lawan tim peringkat keempat di liga Indonesia,” kata Souza dalam konferensi pers pasca pertandingan, Jumat 28 November 2025.
Souza mengakui, PSIM Yogyakarta memiliki organisasi permainan yang bagus sehingga membuat timnya kesulitan. Akan tetapi, pelatih asal Brasil itu merasa senang karena Persija terus mencoba dan akhirnya sukses menjaringkan dua gol.
“Saya bicara ke pemain saya akan lawan tim yang punya organisasi bagus dan mereka punya itu dan kami harus waspada di setiap momen pertandingan. Jika melihat pertandingan, anda bisa lihat Persija selalu mengambil risiko dalam pertandingan. Kalau bisa mencetak gol di menit 98 juga saya cukup,” tutup Souza.
(Djanti Virantika)