“Tapi saya juga tahu ada fluktuasi karena manusia bukan robot. Tapi kami harus bertindak sebagai robot, kami harus bertindak sebagai mesin, kami dapat berharap dan kami harus berharap dan kami harus menuntut dari para pemain kami agar mereka sesuai dengan standar. Jadi, ketika kami tidak melakukan itu, kami kecewa karena itu tugas kami,” sambungnya.

Pelatih asal Belanda itu meyakini anak-anak asuhannya mampu mengikuti instruksi dengan baik. Ten Hag mengatakan bahwa hal itu terbukti berhasil dalam beberapa laga besar.
“Ya, karena kami telah menunjukkan dalam begitu banyak pertandingan kami melakukannya. Jadi saya memiliki keyakinan yang sangat kuat, keyakinan yang sangat kuat, hasrat yang sangat kuat. Kebersamaan yang kami miliki, kami tunjukkan dalam banyak pertandingan dan pertandingan besar,” pungkasnya.
(Reinaldy Darius)