Share

Jelang Final Liga Champions 2021-2022, Bos Real Madrid dan Presiden UEFA Bertemu Bahas Liga Super Eropa

Ilham Sigit Pratama, Jurnalis · Jum'at 27 Mei 2022 14:16 WIB
https: img.okezone.com content 2022 05 27 51 2601241 jelang-final-liga-champions-2021-2022-bos-real-madrid-dan-presiden-uefa-bertemu-bahas-liga-super-eropa-y0lmA0wHDo.jfif Liga Super Eropa. (Foto: Ist)

PARIS - Jelang final Liga Champions 2021-2022 yang mempertemukan Liverpool vs Real Madrid, ada kabar mengejutkan perihal kelanjutan Liga Super Eropa. Presiden UEFA, Aleksander Ceferin yang menolak keras Liga Super Eropa justru berjumpa dengan salah satu pendiri turnamen tersebut, yakni Presiden Real Madrid, Florentino Perez.

Ya, Perez adalah salah satu tokoh sepakbola yang paling vokal menyuarakan terwujudnya Liga Super Eropa. Dirinya menilai bahwa Liga Super Eropa merupakan jawaban atas kecacatan sistem kompetisi di bawah naungan UEFA.

Kendati demikian UEFA mengancam dengan sanksi indisipliner bagi klub manapun yang terlibat untuk mewujudkan Liga Super Eropa. Ancaman sudah dikeluarkan, menariknya Perez tidak menyurutkan niatnya untuk mewujudkan Liga Super Eropa.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin

Ceferin dan Perez belum saling bertemu sejak dua tahun terakhir. Selain karena pandemi Covid-19, polemik Liga Super Eropa membuat tali silaturahmi antar keduanya merenggang.

Kini, sebagaimana dilaporkan Marca, Jumat (27/5/2022), Perez dan Ceferin beritikad baik untuk membicarakan masalah tersebut secara baik-baik. Mereka pun dijadwalkan akan dua kali mengadakan pertemuan secara empat mata.

Pertama, Ceferin dan Perez akan bermusyawarah pada makan malam resmi jelang final Liga Champions, Sabtu 28 Mei 2022 dini hari WIB. Lalu mereka akan bermusyawarah kembali kala final Liga Champions antara Liverpool dan Real Madrid, Minggu 29 Mei 2022 dini hari WIB.

Sebelumnya, konflik Liga Super Eropa sudah berbuntut panjang. UEFA dituntut ke pengadilan Uni Eropa atas dugaan monopoli kompetisi.

Ceferin pun geram dan mengatakan bahwa tuntutan tersebut dilakukan oleh para oligarki yang rakus ingin mengambil alih dunia sepak bola. Dirinya menegaskan akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang menentang sistem yang sudah dibuat UEFA sejak lama.

Florentino Perez

Selain itu, dugaan korupsi yang menggerogoti tubuh UEFA pun menjadi hal yang masih hangat dibicarakan. Hal itu membuat Liga Super Eropa dinilai sebagai perlawanan tepat terhadap UEFA yang dinilai bertindak sewenang-wenang.

Sejauh ini klub yang bertahan untuk diadakannya Liga Super Eropa adalah Real Madrid, Juventus, dan Barcelona. Tiga klub itu tak seperti tim-tim lain yang langsung mundur usai diancam keras oleh UEFA.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini