Banyak Lapangan Ditutup Dampak PPKM, Akademi Arema FC Kebingungan

Avirista Midaada, Jurnalis · Senin 26 Juli 2021 10:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 26 49 2445987 banyak-lapangan-ditutup-dampak-ppkm-akademi-arema-fc-kebingungan-lyx4r8RqGR.jpg Suasana latihan akademi Arema FC. (Foto: Avirista Midaada/MPI)

MALANG – Banyak lapangan ditutup dampak PPKM Level 4 membuat Arema FC kebingungan. Pasalnya, tim akademi Singo Edan tidak bisa berlastih pasca penerapan PPKM darurat sejak 3 Juli 2021 lalu. Direktur Teknik Akademi Arema, Agus Yuwono mengakui menjelaskan bahwa para peman akademi Arema harus berlatih dari rumah masing-masing imbas penutupan sejumlah lapangan. Biasanya mereka berlatih berpindah-pindah lapangan di Kota Malang.

Bila ada lapangan pun, biasanya telah dipakai pihak lain, hal ini memaksa mereka melakukan sesi latihan virtual dari rumah masing-masing sang pemain.

Akademi Arema FC

Baca juga: Hormati PPKM Darurat, Pelatih Arema FC Rutin Tonton Telenovela

"Kita memang banyak lapangan yang ditutup, sehingga kita berusaha nyari lapangan yang masih dipakai," ucap Agus Yuwono saat dikonfirmasi oleh MNC Portal Indonesia, pada Senin (26/7/2021).

Baca juga: Mantan Penyerang Braga Carlos Fortes Ungkap Alasan Gabung Arema FC

"Rutinnya berlatih di kota (Malang), atau agak di luar. Soalnya satu tuntutan lapangan sekarang banyak yang makai. Kita berusaha menyesuaikan jamnya, sekarang banyak yang memang ditutup imbas PPKM," imbuhnya.

Agus menyayangkan sulitnya mendapat lapangan untuk berlatih bagi anak asuhnya. Sebab di usia - usia remaja, para pemain muda harus banyak menguji kemampuan mereka.

"Mereka harus berlatih di lapangan, lapangan yang sesuai standarnya. Minimal mempraktikkan hasil dari latihan pada saat itu untuk sesi game juga penting, kalau nggak ada lapangan, atau mungkin harus keluar lapangan normal ya cukup terkendala," jelasnya.

Di sisi lain pengelola Stadion Gajayana dari Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) mengakui banyak agenda latihan dan penggunaan lapangan di area Stadion Gajayana yang terpaksa dibatalkan, imbas PPKM darurat. Alhasil selama hampir 24 hari pemberlakuan PPKM darurat, praktis tak ada aktivitas keolahragaan apapun di kompleks stadion tertua di Indonesia ini.

"Memang selama PPKM ditutup sementara, tapi tetap perawatan dan pemeliharaan setiap hari dirawat dan dipelihara ada petugas yang merawatnya," kata Kabid Olahraga Disporapar Kota Malang Wahyu Setyawan.

Wahyu mengakui bila selain lapangan sepakbola di dalam Stadion Gajayana, area lapangan sepakbola yang berada di luar stadion, lapangan basket, lapangan tenis, voli, hingga kolam renang sekalipun tak dioperasikan.

"Iya semua tutup, jadi nggak hanya lapangan di stadionnya saja, tapi lapangan tenis, basket, dan - lain. Yang rutin dilakukan pembersihan lapangan dan pemeliharaan," tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini