BANDUNG - Pelatih Persib Bandung, Robert Rene Alberts, dipusingkan dengan ketidakpastian Liga 1 2021-2022. Sebab, beberapa kali rencana digulirkannya kompetisi gagal terwujud. Bahkan, turnamen Piala Wali Kota 2021 pun urung digelar.
Hal ini membuatnya bingung menyusun program latihan. Bahkan, program yang sudah disusun berkali-kali buyar. Dia bahkan harus menyusun ulang program latihan.

(Suasana lathan Persib. (Foto: Persib.co.id)
Kondisi ini bertambah pelik karena Marc Klok dan Mohammed Rashid baru bergabung dengan tim. Hanya dua kali berlatih dengan tim, kedua pemain itu harus mengikuti program latihan mandiri sama seperti pemain lain.
Itu karena Persib menyesuaikan program latihan dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat terhitung 3-20 Juli 2021. Dengan program latihan mandiri, praktis Klok dan Rashid kehilangan waktu untuk bisa segera klop bersama pemain lain.
Selain itu, secara umum dia juga merasa kesulitan membangun tim menjadi kekuatan tangguh. Sebab, ia tak leluasa menjalankan program latihan dengan situasi yang ada.
"Kami tidak bisa membangun tim, tidak hanya kebugaran pemain, tapi juga dari segi pemahaman antara satu pemain dengan pemain lainnya di dalam tim," kata Robert.