Sementara di kubu Barcelona, mereka membutuhkan penambahan pemain berkualitas di tiga posisi berbeda, yakni bek (Aymeric Laporte dan Joao Cancelo), gelandang (Gundogan) dan penyerang (Gabriel Jesus). Karena itu, potensi pertukaran pemain sangat besar.

(Manchester City mengingkan jasa Sergi Roberto)
Di masa pandemi seperti ini, pertukaran pemain merupakan cara efektif. Mereka tetap mendapatkan pemain anyar, tanpa harus mengeluarkan uang.
Sebelumnya pada musim panas 2020, Barcelona menukar sang gelandang, Arthur Melo, dengan pemain Juventus, Miralem Pjanic. Bahkan mereka masih untung 10 juta euro dari pertukaran di atas.
Jadi, siapa yang diuntungkan dari rencana pertukaran pemain di atas, Barcelona atau Manchester City?
(Rachmat Fahzry)