Share

Jadi Korban Rasisme, Ini Respons Menyentuh Penyerang PSM Patrich Wanggai

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 23 Maret 2021 12:36 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 49 2382575 jadi-korban-rasisme-ini-respons-menyentuh-penyerang-psm-patrich-wanggai-aYiCKwv13z.jpg Patrich Wanggai penyerang PSM Makassar. (Foto: Instagram/@wanggaipatrich)

MALANG – Penyerang PSM Makassar, Patrich Wanggai, memberikan respons setelah menjadi korban rasisme kelar laga kontra Persija Jakarta, Senin 22 Maret 2021 malam WIB. Mantan penyerang Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-23 di SEA Games 2011 ini mengaku bangga dengan identitasnya sebagai orang Papua.

“Hitam Kulit keriting rambut sa (saya) Papua. Biar langit terbelah sa (saya) tetap papua. #identitas,” tulis Patrich Wanggai di akun Instagram-nya @wanggaipatrich.

Patrich Wanggai

Semalam, PSM Makassar bertemu Persija Jakarta di laga perdana Grup B Piala Menpora 2021. Meski tidak dijagokan, Juku Eja –julukan PSM Makassar –justru menang 2-0 atas Persija Jakarta yang diperkuat banyak pemain bintang.

Gol-gol PSM Makassar dilesakkan Patrich Wanggai pada menit (45+2) dan Yakob Sayuri (68’). Namun, kelar pertandingan sejumlah netizen yang diduga sebagai suporter Persija Jakarta menyerang kolom komentar Instagram Patrich Wanggai, @wanggaipatrich.

Netizen itu memberi umpatan kepada Patrich Wanggai. Namun, yang paling berasa ketika salah satu netizen menyamakan Patrich Wanggai dengan salah satu binatang.

BACA JUGA: Patrich Wanggai Diserang, Persija Jakarta: Kami Lawan Rasisme

Karena itulah, Persija Jakarta yang menjadi sorotan kelar laga semalam, langsung memberikan pernyataan di akun Twitter mereka, @Persija_Jkt. Mereka secara terang-terangan menolak segala jenis rasisme.

“Persija melawan rasisme. Tendang keluar rasisme,” tulis akun Twitter @Persija_Jkt.

Persija Jakarta

Saat ini, banyak orang yang memberi dukungan kepada Patrich Wanggai. Hal itu terlihat di stories Instagram Patrich Wanggai.

Penyerang 32 tahun itu mere-post sejumlah unggahan netizen yang memberi dukungan kepadanya. Tentu harapannya kasus rasisme bisa segera terselesaikan.

Terlebih sejak 7 Juli 2002 atau hampir 19 tahun yang lalu, Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) membuat kampanye kick racism out of football. Menarik menanti langkah apa yang diambil PSSI, PT LIB, dan pihak terkait menyikapi kasus di atas.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini