Share

Patrich Wanggai Diserang, Persija Jakarta: Kami Lawan Rasisme

Ramdani Bur, Jurnalis · Selasa 23 Maret 2021 12:07 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 23 49 2382562 patrich-wanggai-diserang-persija-jakarta-kami-lawan-rasisme-cmyOms7NO2.jpg Patrich Wanggai penyerang PSM Makassar. (Foto: Instagram/@wanggaipatrich)

JAKARTA – Persija Jakarta memastikan melawan segala bentuk rasisme. Pernyataan itu mereka ungkapkan di akun Twitter mereka @Persija_Jkt, menyikapi serangan rasis yang dialami penyerang PSM Makassar, Patrich Wanggai.

Semalam, Persija Jakarta menghadapi PSM Makassar di laga perdana Grup B Piala Menpora 2021 yang dilangsungkan di Stadion Kanjuruhan, Malang. Persija Jakarta yang dijagokan meraih kemenangan, justru tumbang 0-2 dari PSM Makassar!

Persija Jakarta

Gol-gol PSM Makassar dalam laga tersebut dilesakkan Patrich Wanggai pada menit (45+2) dan Yakob Sanuri (68’). Patrich Wanggai yang telah malang melintang bersama sejumlah klub Tanah Air, mendapat serangan netizen kelar pertandingan Persija vs PSM Makassar.

Kolom komentar akun Instagram Patrich Wanggai, @wanggaipatrich, diserang sejumlah netizen yang diduga sebagai suporter Persija Jakarta. Sejumlah netizen itu selain menyebut Patrich Wanggai pemain Tarkam (Tarkam), juga menyamakan mantan penyerang Timnas Indonesia U-23 di SEA Games 2011 dengan seekor binatang. Praktis, hal tersebut masuk kategori rasis.

“Persija melawan rasisme. Tendang keluar rasisme,” tulis akun Twitter @Persija_Jkt.

BACA JUGA: Jadwal Piala Menpora 2021 Hari Ini: Duel Tim Bertabur Bintang

Sebelumnya, gelandang naturalisasi Persija Jakarta, Marc Klok, juga mengungkapkan kekecewannya. Gelandang asal Belanda ini menyebut tindakan rasis sebagai sesuatu yang menjijkkan.

“Menjijikkan dengan apa yang dialami Patrich Wanggai di media sosial. Saya menentang rasisme. Tidak masalah jika Anda pemain PSM atau Persija. Siapa pun itu tidak boleh menjadi bagian dalam permainan ini (sepakbola). Sesuatu perlu diubah dan perlu diubah SEKARANG!,” tegas Klok di media sosial Twitter-nya @marcklok10.

Marc Klok

Rasisme sesuatu yang belum bisa dihilangkan dari sepakbola. Federasi Sepakbola Dunia (FIFA) bahkan sudah membuat kampanye kick racism out of football sejak 7 Juli 2002.

Biasanya, pemain berkulit berwarna menjadi korban dari rasisme. Tak hanya di Indonesia, bahkan rasisme juga terjadi di negara-negara maju seperti Inggris, Prancis, Italia dan banyak lagi.

Karena itu, harapannya pihak terkait bisa membantu menyelesaikan masalah di atas. Jika tidak, ditakutkan kejadian serupa terus terulang dan ujung-ujungnya pemain yang dirugikan.

Saksikan Live Piala Menpora K-Vision (www.k-vision.tv) dengan Format High Definition di saluran on channel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini