5 Penyesalan Terbesar dalam Karier Sepakbola Lionel Messi

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Selasa 16 Maret 2021 12:22 WIB
https: img.okezone.com content 2021 03 16 51 2378569 5-penyesalan-terbesar-dalam-karier-sepakbola-lionel-messi-HPCfGTTi9l.jpg Lionel Messi. (Foto/FC Reuters)

TIDAK DIRAGUKAN lagi bahwa Lionel Messi adalah salah satu pemain terhebat sepanjang masa, apalagi generasi saat ini. 

Kemampuannya di lapangan, rekor dan penghargaan, membuat dia pantas dinobatkan sebagai salah satu pemain terbaik sepakbola.

Dunia menjadi saksi ketika anak muda Barcelona yang sangat berbakat masuk ke panggung dunia sepakbola. Ia akan sulit digantikan dengan pesepakbola di masa akan datang.

Sekarang, di usianya ke-33, Messi mendekati tahun-tahun senja sebagai pesepakbola.

Namun, ada lima penyesalan yang tak pernah diraih Messi dalam kariernya di sepakbola:

5. Gagal di Piala Dunia

Piala Dunia adalah turnamen terbesar di dunia sepakbola. Meski Lionel Messi adalah pemain hebat, dia tak pernah berhasil memberikan torfi Piala Dunia kepada Timnas Argentina.

Foto/FIFA

Langkah pertamanya di Piala Dunia 2006 Jermain terjadi saat Messi berusia 19 tahun. Empat tahun kemudian, di Afrika Selatan, Argentina di bawah asuhan Diego Maradona berhasil melaju hingga perempatfinal. Namun, mereka kalah oleh Jerman dengan skor 4-0.

Baca juga: 10 Pemain yang Raih Trofi Ballon dOr jika Tak Ada Cristiano Ronaldo dan Messi

Ikon Barcelona kembali memimpin Argentina di Piala Dunia 2014 di Brasil. Lionel Messi bermain api dengan mencetak empat gol di fase grup, dan membantu Argentina memuncaki grup mereka dengan sembilan poin.

Baca juga: Cetak 767 Laga Bersama Barcelona, Ini Rincian Gol Lionel Messi dan Jumlah Trofi yang Diraih

Argentina berhasil berhasil mencapai. Hanya saja, Jerman kembali mengalahkan mereka di partai puncak. Selang empat tahun kemudian, Argentina tersingkir di 16 besar setelah kalah dari Prancis yang kemudian menjadi juara Piala Dunia edisi 2018.

4. Janji Tak Terpenuhi di Liga Champions

Pada 2018, Lionel Messi memberikan pidato pertamanya setelah ditunjuk menjadi kapten Barcelona. Dia melontarkan janji kepada publik Camp Nou akan memberikan trofi Liga Champions.

Foto/Reuters

Namun, hingga saat ini, janji itu masih belum terwuduju. Pada Liga Champions musim ini, Barcelona tersingkir pada 16 Besar Liga Champions, setelah kalah dari PSG di leg pertama dengan skor 4-0 dan hanya bermain seri di leg kedua.

3. Saga Burofax dari Lionel Messi

Setelah Barcelona dihancurkan Bayern Muncih dengan skor 8-2 pada Liga Chmapions 2019-2020, Lionel Messi mengirim faks kepada manajemen Barcelona. Dia menyatakan ingin berganti seragam.

Kekalahan telak dari raksasa Jerman itu menjadi akumulasi kekesalan Messi atas buruknya performa tim yang menurutnya disebabkan oleh jeleknya manajemen klub.

Foto/Reuters

Lionel Messi membatalkan keputusan pindah karena Barcelona menuntut harga klausus pelepasan Messi yang mencapai 12 triliun. Sang ikon juga tak mau mengambil langkah ke pengadilan karena menghargai Barcelona yang telah membantunya sedari belia.

2. Kegagalan Mengakhiri Tiga Dekade Paceklik Trofi

Argentina adalah salah satu tim hebat di kancah internasional dan telah menghasilkan beberapa pemain terhebat. Namun, raksasa Amerika Selatan itu belum pernah mengangkat trofi internasional sejak kemenangan Copa America 1993.

Foto/Reuters

Munculnya Lionel Messi membuat banyak orang mengidentifikasi dia bisa memberikan trofi bagi Argentina. Nyatanya hingga saat ini pemain kelahiran Rosario itu belum mampu memutus paceklik rekor buruk Argentina di kompetisi internasional.

1. Kalah di Final Dalam Tiga Tahun

Argentina memiliki tiga peluang emas untuk mengakhiri paceklik trofi ketika mereka melaju ke final dari tiga turnamen dalam beberapa tahun.

Foto/Reuters

Jerman mengalahkan mereka di final Piala Dunia 2014. Sementara Chile terbukti menjadi rintangan terakhir dalam pertandingan final Copa America secara berturut-turut untuk timnas Argentina dan Lionel Messi.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini