Gagal Angkut Ronaldinho, Ambisi Persib Bandung Bentuk Tim Impian Berantakan

Wikanto Arungbudoyo, Jurnalis · Rabu 23 Desember 2020 06:01 WIB
https: img.okezone.com content 2020 12 23 49 2332515 gagal-angkut-ronaldinho-ambisi-persib-bandung-bentuk-tim-impian-berantakan-9PV78eMiiR.jpg Ronaldinho Gaucho diangkat sebagai duta klub (Foto: Barcelona)

BANDUNG – Ambisi Persib Bandung untuk membentuk Tim Impian jelang musim Liga 1 2017 terbukti dengan mendatangkan pemain kelas dunia seperti Michael Essien. Akan tetapi, ada satu target yang luput, yakni eks pemain terbaik dunia, Ronaldinho Gaucho.

Sekadar informasi, sebuah terobosan dicoba PSSI dan operator kompetisi jelang bergulirnya Liga 1 2017. Mereka mengenalkan marquee player. Setiap klub dibebaskan menggaet seorang pemain berlabel bintang dengan gaji atau biaya transfer fantastis.

Kebijakan itu dimanfaatkan Persib Bandung untuk merekrut pemain bintang asing berkualitas. Sejumlah pemain coba dibidik oleh klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu. Beberapa di antaranya adalah Ronaldinho Gaucho dan Michael Essien.

Baca juga: Kiper Persib Bandung Ingin Tiru Jejak Legenda Juventus

Michael Essien direkrut Persib

Pada akhirnya, hanya ada satu pemain yang datang, yakni Michael Essien. Menurut pelatih Persib Bandung saat itu, Djadjang Nurdjaman, klub sempat mengincar Ronaldinho tetapi sudah lebih dulu terikat kontrak dengan Barcelona sebagai duta.

“Bagusnya sebuah tim tidak lepas dari perencanaan. Waktu itu banyak yang dibidik tetapi tidak terealisasi. Jujur, kami gagal merekrut pemain-pemain hebat, terutama pemain asing di depan,” ujar Djadjang Nurdjaman dalam kanal Youtube Republik Bobotoh TV, Rabu (23/12/2020).

“Bahkan awalnya Pak Glenn Sugita (Direktur Utama PT Persib) tadinya mau membawa Ronaldinho, tetapi tidak jadi karena ditarik Barcelona sebagai duta,” imbuh pria berusia 61 tahun itu.

Alih-alih merekrut Ronaldinho, Manajemen Persib Bandung justru mendatangkan Carlton Cole. Pilihan itu tidak terlepas dari bisikan Michael Essien yang menyarankan mantan rekan setimnya di Chelsea tersebut. Padahal, kondisi Cole saat itu dinilai kurang layak.

“Tapi, manajemen mendengar bisikan dari Essien, yang ingin dia bawa Carlton Cole. Di situlah awalnya karena kondisi Cole parah,” tutur Djanur –sapaan akrabnya.

Carlton Cole datang atas saran Michael Essien

Kedatangan dua pemain kelas dunia itu tidak banyak membantu pencapaian Persib Bandung. Maung Bandung malah terdampar di posisi 13 pada klasemen akhir Liga 1 2017 dengan nilai 41 dari 34 laga. Desakan-desakan agar Djanur mundur mulai terdengar kencang bahkan ketika di pertengahan musim.

“Saya mengundurkan diri karena ada sesuatu, tidak usah disebutkan. Akhirnya dari keluarga juga memutuskan untuk mundur. Sebenarnya bobotoh yang mendesak mundur itu hanya sebagian kecil saja,” tutup Djadjang Nurdjaman.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini