Dikalahkan UEA 2-3, Bima Sakti Akui Banyak Kekurangan di Timnas Indonesia U-16

Rivan Nasri Rachman, Jurnalis · Kamis 22 Oktober 2020 05:27 WIB
https: img.okezone.com content 2020 10 22 51 2297542 dikalahkan-uea-2-3-bima-sakti-akui-banyak-kekurangan-di-timnas-indonesia-u-16-SgdERiUJlf.jpg Suasana laga Timnas Indonesia U-16 vs UEA. (Foto: Laman resmi PSSI)

ABU DHABI – Tim Nasional (Timnas) Indonesia U-16 gagal memetik kemenangan saat berjumpa Uni Emirat Arab (UEA) pada laga uji coba yang berlangsung Rabu 21 Oktober 2020 malam WIB kemarin. Skuad Garuda Asia tepatnya takluk dengan skor tipis 2-3 dari tim tuan rumah.

Kekalahan tersebut terasa pahit karena pada awalnya Timnas Indonesia U-16 sempat memimpin di babak pertama. Skuad asuhan Bima Sakti itu unggul 2-1 di 45 menit pertandingan usai Raka Cahyana Rizky dan Ahmad Athallah Raihan mencetak gol.

Raka tepatnya mencetak gol ketika laga baru berjalan lima menit, sedangkan Ahmad mencatatkan namanya di papan skor di menit ke-40. UEA yang belum panas di babak pertama hanya dapat mencetak satu gol di menit 25 melalui aksi Sultan Adel Muhammad.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-16 Kalah Tipis 2-3 dari UEA di Laga Uji Coba

Unggul di babak pertama membuat Bima Sakti berani melakukan pergantian pemain. Keputusan dimasukkannya pemain baru juga agar penggawa Timnas Indonesia U-16 lainnya bisa mendapatkan menit bermain.

Sayangnya, di babak kedua itulah Timnas Indonesia U-16 dihabisi UEA. Sepasang gol dari Sultan Ade Muhammad kembali menggetarkan jala gawang Timnas Indonesia U-16 yang dikawal oleh I Made Putra Kaicen.

Skor 2-3 pun bertahan hingga laga berakhir. Melihat hasil dan permainan Timnas Indonesia U-16, Bima Sakti mengakui bahwa masih banyak kekurangan yang ada di skuad timnya tersebut.

Bima Sakti menyoroti posisi para pemainnya yang kurang disiplin, terutama yang terjadi di babak kedua. Karena para pemain yang tak berada di posisi sebenarnya, UEA jadi bisa bermain leluasa dan memanfaatkan celah-celah tersebut.

“Cuma memang ada beberapa hal yang harus diperbaiki dan dievaluasi. Seperti kedisiplinan dalam menempati posisi masing-masing dan komunikasi antar pemain. Jarak antar lini perlu diperbaiki karena kelihatan di menit-menit akhir posisi mereka melebar sehingga ini menjadi celah bagi lawan untuk bisa memanfaatkan situasi ini,” jelas Bima Sakti, dikutip dari laman resmi PSSI, Kamis (22/10/2020).

Bima Sakti sangat menyayangkan bahwa tingkat fokus para pemain Timnas Indonesia U-16 di babak kedua mengalami penurunan. Tentunya Bima Sakti berharap kejadian yang sama tak terulang lagi di laga selanjutnya, di mana Timnas Indonesia U-16 bakal bersua UEA kembali pada Sabtu 24 Oktober 2020.

Suasana laga Timnas Indonesia U-16 vs UEA

Secara keseluruhan Bima Sakti sebenarnya senang dengan permainan Timnas Indonesia U-16 karena sudah mengalami sedikit perkembangan. Peningkatan itu dilihat Bima Sakti di sisi ikatan para pemain serta transisi ketika dari bertahan ke menyerang, begitu pun sebaliknya.

“Mereka tim bagus dan kami kehilangan fokus di menit-menit akhir. Akan tetapi, secara umum kami sudah melakukan yang terbaik,” pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini