Jadi Pahlawan Bayern Juarai Liga Champions, Coman Nyaris Pensiun di Usia 22 Tahun

Bagas Abdiel, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 17:36 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 261 2266692 jadi-pahlawan-bayern-juarai-liga-champions-coman-nyaris-pensiun-di-usia-22-tahun-CFpelXrfyc.jpg Kingsley Coman (Foto: Twitter/@FCBayern)

LISBON – Penyerang Bayern Munich, Kingsley Coman, berhasil tampil menjadi pahlawan bagi timnya saat memenangi Liga Champions 2019-2020. Namun begitu, Coman ternyata nyaris mengakhiri kariernya sebagai pesepakbola secara dini.

Pemain berusia 24 tahun itu sempat merasa putus asa ketika ia mengalami badai cedera sejak datang ke Bayern pada 2015. Setahun setelah tiba di Allianz Arena, Coman pun mengalami cedera pergelangan ligamen kaki.

Kingsley Coman

Tetapi, tak hanya di situ, pada 2017 dan 2018, Coman secara berturut-turut kembali mengalami cedera. Ia pun harus absen di sebagian musim tersebut karena masih mengalami cedera yang sama di pergelangan kaki.

Baca juga Juara Liga Champions Bareng Bayern, Juventus Lakukan Kesalahan Lepas Coman

Situasi tersebut membuat Coman sempat menyerah dan ingin pensiun saat berusia 22 tahun. Ia mengaku tak tahu harus berbuat apa karena ia merasa dengan cedera tersebut, pemain berpaspor Prancis itu tidak yakin akan bermain bola dengan sangat baik.

“Itu adalah tahun yang sangat sulit. Ketika saya melukai diri saya sendiri, itu adalah akhir dunia bagi saya. Saya seperti akan menjalani kehidupan lain, kehidupan tanpa nama,” ungkap Coman, mengutpi dari Daily Mail, Senin (24/8/2020).

Namun, pada musim ini, Coman ternyata berhasil bangkit. Setelah mengurungkan niatnya untuk pensiun. Kini, Coman justru tampil menjadi pahlawan untuk keberhasilan Bayern menjuarai Liga Champions 2019-2020.

Pada laga pamungkas, Bayern sukses menaklukkan PSG dengan skor tipis 1-0. Satu-satunya gol tersebut pun dipersembahkan oleh Coman pada menit 55. Maka tak heran, ia tampil menjadi bintang besar untuk Bayern menjuarai Liga Champions musim ini.

Kingsley Coman

“Ini luar biasa, kegembiraan yang luar biasa. Saya merasa sedikit sedih untuk Paris. Mereka menjalani perjalanan yang luar biasa. Kami harus menghormati ap ayang telah dilakukan Paris,” lanjutnya.

“Kami mencoba memberi banyak tekanan kepada mereka. Kami tidak kebobolan, itu yang paling penting. Itu final yang hebat,” pungkas mantan pemain PSG tersebut.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini