Digaji Mahal PSG, Icardi Tak Berguna di Final Liga Champions

Rachmat Fahzry, Jurnalis · Senin 24 Agustus 2020 13:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 24 261 2266489 digaji-mahal-psg-icardi-tak-berguna-di-final-liga-champions-yEsgpJJ7Kd.jpg Mauro Icardi. (Foto/Twitter Icardi)

LISBON – Penyerang Paris Saint-Germain (PSG) Mauro Icardi tidak berguna saat timnya menghadapi Bayern Munich dalam partai puncak final Liga Champions 2019-2020 di Stadion Da Luz, Portugal, Senin (24/8/2020).

Pemain asal Argentina tersebut dibeli PSG dari Inter Milan dengan nilai transfer sekira Rp1 triliun pada Juli 2020 lalu. Ia mendapat gaji sekira 2 miliar dari klub ibu kota Prancis tersebut.

Foto/Twitter PSG

Selama Liga Champions musim ini, Icardi sudah tampil sebanayak tujuh kali dan mencetak lima gol. Namun saat partai final, Thomas Tuchel, pelatih PSG tidak menurunkannya sebagai pemain utama.

Bahkan saat PSG tertinggal oleh gol Kingsley Coman pada menit 59, sang juru taktik tidak juga memasukkan Icardi untuk menambah lini serang Les Parisiens.

Tuchel memilih merubah sektor tengahnya dengan memasukkan Marco Veratti menggantikan Leandro Paredes di menit 65.

Baca juga: Potret Sedih Neymar Setelah PSG Dikalahkan Bayern di Final Liga Champions 2019-2020

Baca juga: Bayern Munich Juara Liga Champions, Robert Lewandowski Top Skor Tiga Kompetisi

Pada menit 75, lagi-lagi Tuchel mengganti gelandangnya. Ia memasukkan Julian Draxler yang masuk menggantikan Ander Herrera.

Foto/BT Sport

Pelatih asal Jerman tersebut, kemudian mengganti dua pemain sekaligus di menit ke-80. Juan Bernat keluar digantikan Layvin Kurzawa. Keduanya pemain bertahan.

Sedangkan di sektor penyerangan Angel Di Marian keluar diganti oleh Eric Maxim Choupo-Moting. Sementara Icardi hingga peluit berakhir hanya duduk di bangku cadangan.

Dominasi peluang

PSG dalam laga tersebut sebenarnya mendominasi dalam urusan menciptakan peluang.

Beberapa kali Neymar dan Kylian Mbappe mengancam gawang Bayern yang dijaga Manuel Neur. Namun keperkasaan kiper Timnas Jerman tersebut sulit ditembus oleh Mbappe dan Neymar.

Foto/Twitter Bayern Munich

Dalam laman UEFA, tercatat PSG berhasil menciptakan peluang sebanyak sembilan kali. Jumlah tersebut lebih sedikit dibanding dengan Bayern yang berhasil menciptakan peluang sebanyak 13 kali.

Namun, PSG mampu lebih banyak menembakkan bola ke arah gawang Bayern sebanyak tiga kali, sementara lawannya hanya dua kali. Sayangnya tiga kali percobaan PSG, tidak satu pun yang berhasil merubah skor.

Kekalahan PSG atas Bayern di Liga Champions membuat tim asuhan Thomas Tuchel ini gagal meraih empat trofi dalam semusim. Sebelumnya, PSG sudah mendapatkan piala Liga Prancis, mahkota juara Liga Prancis dan trofi Piala Prancis. 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini