3 Pelatih Italia yang Bisa Gantikan Posisi Sarri di Juventus, Nomor 1 Idaman Agnelli

Ramdani Bur, Jurnalis · Sabtu 08 Agustus 2020 09:45 WIB
https: img.okezone.com content 2020 08 08 47 2258927 3-pelatih-italia-yang-bisa-gantikan-posisi-sarri-di-juventus-nomor-1-idaman-agnelli-4pW94QdS9g.jpg Nasib Sarri sebagai pelatih Juventus berada di ujung tanduk. (Foto: @juventusfc)

MAURIZIO Sarri kencang diberitakan akan dipecat Juventus dalam waktu dekat. Terlebih presiden Juventus Andrea Agnelli sudah memberi kode akan memecat pelatih 61 tahun tersebut.

Kelar laga Juventus vs Olympique Lyon dini hari tadi, Agnelli mengaku akan mengevaluasi seluruh skuad Juventus, termasuk posisi Sarri. Jika Sarri dipecat, siapa yang akan menjadi suksesor juru taktik 61 tahun tersebut?

Jika melihat kondisi saat ini, sulit bagi Juventus mendatangkan pelatih beken yang berkiprah di klub-klub top Eropa. Nama-nama seperti Josep Guardiola (Manchester City), Jurgen Klopp (Liverpool) dan Zinedine Zidane (Real Madrid) sulit digaet, mengingat nama-nama di atas merupakan kesayangan presiden masing-masing.

Karena itu, manajemen Juventus hanya akan menggaet salah satu dari pelatih lokal yang memiliki kualitas tinggi. Lewat kekuatan uang dan memanfaatkan panasnya salah satu hubungan pelatih dengan manajemen tim, Juventus dapat mendatangkan arsitek lokal pada musim panas 2020. Siapa saja kandidatnya?

Berikut 3 pelatih yang bisa gantikan Sarri di Juventus:

3. Antonio Conte (Inter Milan)

Antonio Conte

Conte sebenarnya masih terikat kontrak dengan Inter Milan hingga 30 Juni 2022. Namun, masa depan juru taktik 51 tahun itu bersama Inter dipertanyakan. Hal itu karena pada medio pekan lalu, Conte secara terang-terangan mengkritik manajemen Inter. Ia merasa tak lagi dilindungi manajemen Inter, terutama saat mendapat serangan dari media-media lokal Italia.

Kabarnya, masa depan Conte akan ditentukan kelar laga Liga Eropa 2019-2020. Bukan tak mungkin, jika meninggalkan Inter, Conte akan kembali ke pangkuan Juventus.

Sekadar informasi, Conte merupakan pelatih Juventus pada 2011-2014. Saat itu, Conte membawa Juventus juara Liga Italia tiga musim beruntun! Gelar Liga Italia 2011-2012 sangat berarti bagi Juventus, mengingat itu merupakan gelar pertama Bianconeri di kompetisi domestik, terhitung sejak musim 2002-2003.

2. Simone Inzaghi (Lazio)

Simone Inzaghi

Simone Inzaghi sempat membawa Lazio bersaing di jalur juara Liga Italia 2019-2020, menyaingi Juventus. Namun, karena tidak memiliki skuad yang dalam ketika mengarungi project restart Liga Italia, Lazio harus rela finis di posisi empat.

BACA JUGA: 5 Alasan Juventus Wajib Pecat Sarri, Nomor 1 Bikin Agnelli Angkat Bicara

Meski begitu, Inzaghi cukup sukses musim ini. Mengandalkan formasi 3-5-2, ia membawa Ciro Immobile dan kawan-kawan juara Piala Super Italia setelah menaklukkan raksasa Italia, Juventus, dengan skor 3-1. Selintas, pola 3-5-2 akrab dengan skuad Juventus. Ketika Juventus juara Liga Italia 2011-2014 di bawah arahan Antonio Conte, pola 3-5-2 yang dijadikan andalan.

1. Gian Piero Gasperini (Atalanta)

Gasperini

Gasperini menjadi sosok perhatian musim ini. Dengan skuad seadanya, pelatih 62 tahun itu mengantarkan Atalanta finis di posisi tiga Liga Italia 2019-2020. Kemudian di Liga Champions 2019-2020, Gasperini mengantarkan La Dea –julukan Atalanta– ke perempatfinal untuk menghadapi Paris Saint-Germain.

Hebatnya, Atalanta merupakan satu-satunya klub Italia yang lolos ke perempatfinal Liga Champions! Mengandalkan pola 3-4-2-1, Gasperini membuat tim asuhannya bermain impresif nan terbuka.

Musim ini di Liga Italia, Atalanta racikan Gasperini mencetak 98 gol! Jika dirata-rata, Atalanta mengemas 2,57 gol per pertandingan! Permainan terbuka itu merupakan pola yang diidam-idamkan presiden Juventus, Andrea Agnelli. Bukan tak mungkin jika Sarri dipecat, Gasperini yang dipilih sebagai juru taktik si Nyonya Tua.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini