Tekanan untuk Juventus Membesar, Paratici: Kami Suka Itu

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 14:38 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 47 2251475 tekanan-untuk-juventus-membesar-paratici-kami-suka-itu-1cAZG5YQL9.jpg Juventus (Foto: Reuters)

TURIN Juventus kembali mendapatkan hasil buruk di Liga Italia 2019-2020. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kalah 1-2 dari Udinese di Dacia Arena, Jumat (24/7/2020) dini hari WIB. Akibat kekalahan itu, Juventus pun menerima kritik dari berbagai arah.

Namun, Direktur Olahraga Juventus, Fabio Paratici, tidak ambil pusing dengan kritik yang tertuju ke Bianconeri –julukan Juventus. Paratici menilai Juventus sudah biasa dengan kritik, karena itu adalah bagian dari tekanan untuk sebuah tim yang menargetkan gelar juara.

Juventus (Foto: Twitter/@juventusfcen)

Paratici pun menyinggung klub-klub Italia lain, yang tampak sudah mencapai targetnya masing-masing musim ini. Paratici menilai Juvetnus lebih hebat daripada klub-klub itu, karena Bianconeri belum mencapai targetnya menjadi juara Liga Italia.

“Kami Juve, kami memiliki tanggung jawab ini (menjadi juara), tekanan ini menyenangkan. Saya melihat bahwa semua klub telah mencapai tujuan mereka, tetapi tidak ada yang mengatakan bahwa tujuan mereka adalah juara,” ujar Paratici, menyadur dari Sportskeeda, Jumat (24/7/2020).

BACA JUGA: Paratici Lindungi Juventus dari Badai Kritik

“Sebaliknya, kami melakukan itu setiap tahun. Jika tidak ada yang ingin menang, kami akan menerimanya (tekanan untuk menjadi juara),” tuturnya.

Kekalahan dari Udinese menunda pesta juara Juventus. Bianconeri melewatkan kesempatan emas menjadi juara, karena tidak mampu memaksimalkan dominasi untuk meraih kemenangan.

Skuad Marizio Sarri tercatat memiliki penguasaan bola hingga 61 persen. Juventus bahkan unggul lebih dulu lewat gol Matthijs de Ligt jelang babak pertama berakhir. Akan tetapi, penyerang Udinese, Ilija Nestorovski, membuat kedudukan kembali imbang pada awal babak kedua.

Sial bagi Juventus, tim tuan rumah bisa membalikkan kedudukan beberapa menit jelang pertandingan selesai. Seko Fofana jadi antagonis bagi Juventus pada dini hari tadi. Kini Juventus bergantung pada hasil pertandingan penghuni peringkat kedua, Atalanta, melawan AC Milan di San Siro, Sabtu 25 Juli 2020 dini hari WIB.

Jika Atalanta kalah, Juventus akan resmi menjadi juara Liga Italia. Apabila yang terjadi sebaliknya, Juventus wajib memenangkan pertandingan melawan Sampdoria di Allianz Stadium, Senin 27 Juli 2020 dini hari WIB. Hasil itu akan membuat Juventus mengangkat trofi Liga Italia kesembilan secara beruntun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini