Paratici Lindungi Juventus dari Badai Kritik

Andika Pratama, Jurnalis · Jum'at 24 Juli 2020 13:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 07 24 47 2251445 paratici-lindungi-juventus-dari-badai-kritik-0LP7b6Imiq.jpg Cristiano Ronaldo (Foto: Twitter/@juventusfcen)

TURIN Juventus kembali mendapatkan hasil buruk di Liga Italia 2019-2020. Cristiano Ronaldo dan kawan-kawan kalah 1-2 dari Udinese di Dacia Arena, Jumat (24/7/2020) dini hari WIB. Kekalahan itu membuat Juventus menerima kritik dari berbagai arah.

Namun, Direktur Olahraga Juventus, Fabio Paratici, melindungi para pemain dan jajaran pelatih dari badai kritik. Paratici tahu penampilan Juventus tidak konsisten dalam lima pertandingan terakhir (meraih dua kekalahan, dua hasil imbang, dan satu kemenangan), tetapi itu tidak membuatnya marah.

Udinese vs Juventus (Foto: Twitter/@juventusfcen)

Paratici justru mengingatkan para penggemar dan pengkritik agar tidak melupakan keberhasilan Bianconeri mendominasi Liga Italia. Ya, Juventus adalah raja di kompetisi sepakbola tertinggi Negeri Pizza tersebut. Bagaimana tidak, Juventus sudah mengoleksi 35 trofi Liga Italia.

Sebanyak delapan di antaranya bahkan Juventus raih secara beruntun sejak musim 2011-2012. Pada musim ini, Ronaldo dan kawan-kawan bahkan hanya butuh satu kemenangan lagi untuk meraih trofi Liga Italia kesembilan secara beruntun.

BACA JUGA: Paratici Akan Tingkatkan Kualitas Skuad Juventus

Pencapaian itu adalah prestasi yang sulit diulangi oleh tim mana pun di dunia. Paratici meminta para penggemar dan pengkritik Juventus untuk mengingat fakta tersebut.

“Beberapa tahun ke belakang, kami meraih hasil yang luar biasa, menang, menang, dan menang tidak sepenuhnya sederhana. Mungkin kami baru akan memahaminya dalam 20 tahun (mendatang) ketika melihat gulungan kehormatan,” kata Paratici, menyadur dari Sportskeeda, Jumat (24/7/2020).

Meski begitu, kekalahan Juventus dari Udinese tetaplah memalukan. Pada pertandingan di Dacia Arena itu, Juventus sebenarnya cukup mendominasi permainan tetapi gagal meraih kemenangan.

Skuad Marizio Sarri tercatat memiliki penguasaan bola hingga 61 persen. Juventus bahkan unggul lebih dulu lewat gol Matthijs de Ligt jelang babak pertama berakhir. Akan tetapi, penyerang Udinese, Ilija Nestorovski, membuat kedudukan kembali imbang pada awal babak kedua.

Sial bagi Juventus, tim tuan rumah bisa membalikkan kedudukan beberapa menit jelang pertandingan selesai. Seko Fofana jadi antagonis bagi Juventus pada dini hari tadi. Kekalahan itu membuat Juventus gagal menyegel gelar juara Liga Italia.

Kini Juventus bergantung pada hasil pertandingan penghuni peringkat kedua, Atalanta, melawan AC Milan di San Siro, Sabtu 25 Juli 2020 dini hari WIB. Jika Atalanta kalah, Juventus akan resmi menjadi juara Liga Italia.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini